STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Adrian Hartadi, Direktur PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), menambah porsi kepemilikan sahamnya. Aksi borong ini dilakukan sebagai langkah investasi langsung pada perusahaan.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang dirilis, Adrian mengeksekusi pembelian 42.100 unit saham RATU pada 16 Juli 2026. Harga pembelian dipatok pada level Rp5.100 per saham.
Nilai total transaksi yang dikeluarkan Adrian mencapai Rp214,71 juta. Menariknya, harga pembelian tersebut berada di atas harga penutupan pasar pada hari transaksi. Data pasar menunjukkan pada 16 Juli 2026, saham RATU ditutup melemah 3,38% atau turun 175 poin ke level Rp5.000 per saham.
Pasca transaksi, koleksi saham Adrian di emiten sektor energi ini meningkat signifikan. Sebelumnya, ia hanya menggenggam 3.600 unit saham atau setara dengan 0,0001% hak suara.
Kini, jumlah kepemilikan sahamnya menjadi 45.700 unit. Angka ini mewakili 0,0016% dari total hak suara perusahaan.
“Melaporkan saya telah memiliki saham Perusahaan Terbuka dengan rincian sebagai berikut,” tulis Adrian dalam laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Adrian menegaskan status kepemilikan saham ini bersifat langsung. Ia juga menyatakan transaksi tersebut tidak melibatkan perjanjian pembelian kembali atau Repurchase Agreement.
Langkah penguatan kepemilikan ini terjadi di tengah performa harga saham RATU yang cukup menantang. Secara tahun berjalan atau Year to Date (YTD), saham RATU telah terkoreksi tajam sebesar 49,44%. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, harganya pun sudah menyusut 36,96%.
Meskipun dalam tren jangka panjang menurun, data 30 hari terakhir memperlihatkan adanya perlawanan. Saham RATU tercatat menguat 3,97% dalam satu bulan terakhir.
Pada perdagangan terakhir yang terekam, saham RATU berada di posisi Rp4.980 per saham. Nilai transaksi harian di pasar mencapai Rp40,9 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 8,09 juta lembar saham.

