Rabu, Desember 17, 2025
29 C
Jakarta

Dolar AS Masih Melemah, Tapi Mulai Bangkit Setelah Data Tenaga Kerja Dirilis

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada penutupan perdagangan Jumat (2/5/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi (3/5/2025) WIB. Meski begitu, pelemahannya tidak sedalam sebelumnya karena sempat memangkas sebagian kerugian. Hal ini terjadi setelah data ketenagakerjaan AS dirilis dan hasilnya lebih baik dari perkiraan pasar..

Mengutip CNBC International, laporan itu menunjukkan bahwa ekonomi terbesar di dunia masih punya pijakan yang kuat, meski berbagai tekanan terus menghantui pasar.

Dari data yang dirilis, nonfarm payrolls atau jumlah pekerjaan di luar sektor pertanian bertambah sebanyak 177.000 pada April. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan para ekonom yang disurvei Reuters, yang memperkirakan penambahan hanya 130.000 pekerjaan.

Namun, angka bulan Maret direvisi turun dari 228.000 menjadi 185.000 pekerjaan. Meski begitu, laporan ini tetap menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS masih cukup tangguh.

Analis memperkirakan data ini memperkuat keyakinan bahwa Federal Reserve belum akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Pasar mulai menyesuaikan ekspektasi mereka. Probabilitas pemangkasan suku bunga pada bulan Juni turun menjadi 50%, dari sebelumnya sekitar 60% sebelum laporan dirilis.

Pasar juga mengurangi perkiraan total pemangkasan suku bunga menjadi 85 basis poin. Sebelumnya, pasar memprediksi akan ada pemangkasan hingga 100 basis poin tahun ini.

Namun, beberapa analis mengingatkan bahwa laporan ini belum mencerminkan dampak penuh dari kebijakan tarif baru yang diberlakukan saat perayaan Liberation Day pada 2 April lalu.

“Data untuk laporan ini dikumpulkan pada minggu setelah Liberation Day. Artinya, terlalu dini untuk melihat dampak besar dari tarif yang baru diterapkan,” ujar Jeff Schulze, Head of Economic and Market Strategy di ClearBridge Investments.

Ia menambahkan, “Investor kemungkinan akan melihat laporan ini sebagai ‘ketenangan sebelum badai’, karena pasar tenaga kerja diperkirakan akan menghadapi tekanan dalam beberapa bulan mendatang.”

Dolar AS memangkas kerugian terhadap yen setelah laporan tersebut. Namun, tetap berada di zona merah dengan penurunan 0,5% di posisi 144,67 yen.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Laba Bank Neo Commerce Meroket 73 Kali Lipat Jadi Rp 517 Miliar

JAKARTA – PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) atau...

Kuartal III 2025, Laba Madusari Murni Indah (MOLI) Melonjak 93%, Ini Pemicunya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Madusari Murni Indah Tbk MOLI) mencatat...

PEFINDO: Penerbitan Surat Utang Korporasi 2026 Diproyeksi Tembus Rp 196 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) —PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memberikan proyeksi...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru