STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) ke dalam radar pantauan khusus. Hal ini dilakukan karena terjadi peningkatan harga saham yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).
Langkah bursa bertujuan memberikan perlindungan maksimal bagi para investor di pasar modal. Danny Yuskar Wibowo P.H., Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, bersama Pande Made Kusuma Ari A., Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, memberikan penjelasan resmi.
“Dalam rangka perlindungan Investor, kami menginformasikan telah terjadi peningkatan harga saham PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),” tulis Danny dan Pande dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (16/7/2026).
Pihak otoritas bursa menegaskan pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Saat ini, Bursa sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham emiten kesehatan tersebut.
Investor diharapkan memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa. Selain itu, pelaku pasar perlu mencermati kinerja perusahaan dan seluruh keterbukaan informasinya.
Bursa juga meminta investor mengkaji kembali rencana corporate action PRDL jika belum mendapatkan persetujuan RUPS. Pertimbangan berbagai kemungkinan risiko di masa depan sangat penting sebelum mengambil keputusan investasi.
Harga Saham
Berdasarkan data perdagangan, harga saham PRDL ditutup meroket 24,71% atau naik Rp84 ke level Rp424 per saham. Saham ini dibuka pada harga Rp374 dan bergerak dalam rentang Rp374 hingga Rp424.
Volume perdagangan saham PRDL mencapai 165,76 juta saham. Nilai transaksi atau turnover tercatat sebesar Rp67,44 miliar dengan frekuensi transaksi sebanyak 46.486 kali.
Harga rata-rata saham berada di posisi Rp406,80. Saat ini, PRDL memiliki Price to Earning Ratio (PER) sebesar 43,50 kali dan Price to Book Value Ratio (PBVR) 8,90 kali. Nilai kapitalisasi pasar atau market cap PRDL mencapai Rp738,99 miliar.

