spot_img

Himpun Rp10,69 Triliun, BEI Kantongi 1 Emiten Properti di Pipeline Rights Issue

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 15 perusahaan telah merampungkan aksi korporasi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Hingga 17 Juli 2026, total dana yang dihimpun dari aksi korporasi ini mencapai Rp10,69 triliun.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin menyebutkan saat ini masih terdapat satu perusahaan dalam antrean (pipeline) rights issue. Perusahaan tercatat tersebut berasal dari sektor Properties & Real Estate.

“Serta masih terdapat 1 perusahaan tercatat dalam pipeline rights issue BEI,” ujar Saidu, dikutip Minggu (18/07/2026).

Berdasarkan data bursa, sektor properti mendominasi 100% pipeline rights issue saat ini. Sebaliknya, sektor-sektor lainnya terpantau belum memiliki agenda aksi korporasi serupa dalam daftar tunggu.

Rincian sektor yang masih mencatatkan nol perusahaan dalam pipeline antara lain Basic Materials, Consumer Cyclicals, dan Consumer Non-Cyclicals. Begitu pula dengan sektor Energy, Financials, Healthcare, serta Industrials.

Selain itu, sektor Infrastructures, Technology, dan Transportation & Logistic juga belum menyumbang nama dalam antrean tersebut. Seluruh informasi ini menunjukkan fokus penggalangan dana melalui pasar modal saat ini terkonsentrasi di satu sektor tertentu untuk kategori rights issue.

Data pipeline ini memberikan gambaran aktivitas korporasi di lantai bursa. Investor dapat terus memantau perkembangan ini sebagai bagian dari strategi investasi di pasar modal.

Sebagai informasi, rights issue merupakan aksi korporasi di mana emiten menawarkan saham baru kepada pemegang saham lama dengan harga pelaksanaan yang umumnya berada di bawah harga pasar. Melalui mekanisme ini, pemegang saham eksisting memperoleh hak untuk mempertahankan persentase kepemilikannya sehingga dapat menghindari dilusi seiring bertambahnya jumlah saham beredar. Bagi emiten, rights issue menjadi salah satu alternatif pendanaan yang efisien untuk memperoleh modal segar tanpa meningkatkan beban utang perusahaan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Dana Asing Mulai Masuk, BBCA Jadi Primadona, IHSG Berpeluang Lanjut Menguat

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – Investor asing mulai menunjukkan minat kembali...

Mencuat Transaksi Tidak Lazim Saham HEAL dan GWSA Masing-Masing Rp100 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada...

Penghimpunan Dana Obligasi Capai Rp103,86 Triliun, BEI Masih Kantongi 11 Emisi Baru dari 9 Penerbit

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pasar...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru