spot_img

Mencuat Transaksi Tidak Lazim Saham HEAL dan GWSA Masing-Masing Rp100 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memunculkan transaksi dengan nilai fantastis. Kali ini, data tersebut muncul pada PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) dan PT Greenwood Sejahtera Tbk (GWSA). Nilai transaksi yang tercantum mencapai Rp100 triliun untuk masing-masing emiten.

Berdasarkan dokumen tertanggal 19 Juli 2026, pelapor dalam kedua laporan tercatat atas nama Gunawan yang berstatus anggota direksi. Laporan tersebut dibuat berdasarkan ketentuan POJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka.

Pada laporan HEAL, tercantum transaksi penjualan langsung sebanyak 100 unit saham dengan harga Rp1 triliun per saham. Tujuan transaksi disebut sebagai pelaksanaan (exercise) efek bersifat ekuitas.

Dengan demikian, nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp100 triliun.

Sementara itu, pada laporan GWSA juga tercantum transaksi atas 100 saham dengan hak suara multipel dan harga Rp1 triliun per saham. Transaksi tersebut juga berkaitan dengan pelaksanaan efek bersifat ekuitas.

Dengan demikian, jika dihitung maka nilai transaksi GWSA ini sebesar Rp100 triliun.

Kedua dokumen juga menunjukkan jumlah kepemilikan saham sebelum dan sesudah transaksi tetap sebanyak 100 unit dengan hak suara masing-masing 100%. Selain itu, pelapor tetap tercatat sebagai pengendali dan menyatakan akan mempertahankan pengendalian.

Dalam dokumen tersebut juga terdapat pernyataan, “Saya bertanggung jawab penuh terhadap seluruh akibat hukum yang timbul dan menjamin kebenaran atas seluruh data, informasi, keterangan dan/atau dokumen yang dilaporkan.”

Namun, angka transaksi Rp1 triliun per saham tersebut terlihat tidak lazim. Nilai tersebut jauh di atas harga pasar kedua emiten dan menghasilkan nilai transaksi yang sangat besar.

Kemunculan pola yang sama pada dua emiten berbeda, dengan jumlah saham, harga transaksi, tanggal transaksi, serta identitas pelapor yang serupa, mengindikasikan adanya kemungkinan gangguan atau kesalahan input pada sistem pelaporan kepemilikan saham.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat penjelasan dari pihak terkait mengenai apakah nilai transaksi Rp100 triliun pada masing-masing emiten tersebut merupakan transaksi yang sebenarnya atau hanya merupakan permasalahan teknis dalam sistem pelaporan.

Harga Saham

Saham HEAL ditutup melemah pada perdagangan Jumat (17/7/2026). Harga saham emiten rumah sakit ini turun 25 poin atau 2,75% menjadi Rp885 per saham. Pada awal perdagangan, saham HEAL dibuka di level Rp910 per saham. Sepanjang sesi perdagangan, harga saham bergerak di kisaran Rp875 hingga Rp910 per saham.

Volume perdagangan saham HEAL tercatat mencapai 6,07 juta saham. Sementara harga penutupan pada perdagangan sebelumnya, Kamis (16/7/2026), berada di level Rp910 per saham.

Secara year to date (ytd), saham HEAL masih bergerak cukup fluktuatif. Harga tertinggi sepanjang tahun berjalan tercatat di level Rp1.465 per saham pada 5 Januari 2026. Adapun harga terendah tahun ini berada di posisi Rp770 per saham pada 8 Juni 2026.

Dalam periode 52 minggu terakhir, saham HEAL sempat menyentuh level tertinggi Rp1.775 per saham dan level terendah Rp760 per saham. Meski mengalami koreksi pada perdagangan terbaru, kapitalisasi pasar HEAL masih mencapai sekitar Rp13,59 triliun.

Sementara itu, saham GWSA ditutup stagnan pada perdagangan yang sama. Harga saham GWSA bertahan di level Rp121 per saham, atau tidak berubah dibandingkan penutupan sebelumnya.

Saham GWSA dibuka pada level Rp121 per saham dan bergerak di rentang Rp118 hingga Rp124 per saham sepanjang perdagangan. Volume transaksi tercatat sebanyak 642.800 saham.

Harga tertinggi saham GWSA sepanjang tahun berjalan berada di level Rp254 per saham pada 13 Januari 2026. Sedangkan harga terendah tahun ini tercatat Rp107 per saham pada 8 Juni 2026.

Dalam rentang 52 minggu terakhir, saham GWSA bergerak di kisaran Rp105 hingga Rp286 per saham. Adapun kapitalisasi pasar perseroan mencapai sekitar Rp943,89 miliar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Dana Asing Mulai Masuk, BBCA Jadi Primadona, IHSG Berpeluang Lanjut Menguat

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – Investor asing mulai menunjukkan minat kembali...

Himpun Rp10,69 Triliun, BEI Kantongi 1 Emiten Properti di Pipeline Rights Issue

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 15...

Penghimpunan Dana Obligasi Capai Rp103,86 Triliun, BEI Masih Kantongi 11 Emisi Baru dari 9 Penerbit

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pasar...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru