spot_img

Incar Dana Rp58,72 Miliar, Master Print Buka Harga IPO Rp125-Rp135 per Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Master Print Tbk (PTMR), calon emiten di bidang perdagangan sebagai distributor resmi dan penyewaan barang-barang industri pengemasan termasuk suku cadang dan servis seperti coding, marking, labelling dan product inspection system serta shrink-packaging, protective packaging, food packaging dan pharmaceutical (blister) packaging berencana melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) sebanyak 435 juta saham dengan nilai nominal Rp25 per unit.

Berdasarkan prospektus rencana penawaran umum perdana saham Perseroan dikutip dari laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (20/9/2024),  jumlah saham yang ditawarkan mencapai 22,81% dari modal disetor PTMR setelah IPO saham.

Penawaran umum saham PTMR pada 2-4 Oktober 2024. Penjatahan saham PTMR, dan distribusi saham secara elektronik pada 4 dan 7 Oktober 2024. Pencatatan saham PTMR di Bursa Efek Indonesia pada 8 Oktober 2024. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah  PT Profindo Sekuritas Indonesia.

Harga perdana saham PTMR dibanderol Rp125-Rp1350 per unit. Sehingga, calon emiten di bidang perdagangan sebagai distributor resmi dan penyewaan barang-barang industri pengemasan termasuk suku cadang dan servis itu  berpeluang mendapatkan tambahan modal sebesar Rp58,72 miliar.

Dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi, sekitar 46% atau Rp25,096 miliar akan digunakan untuk pembelian sebanyak 247.500 (dua ratus empat puluh tujuh ribu lima ratus) saham atau sebesar 99% saham Global Putra Kusuma (GPK) yang dimiliki oleh KGI sebanyak 197.500 saham, yang dimiliki oleh KUS sebanyak 47.500 saham dan yang dimiliki oleh Ny Cindy Kusuma sebanyak 2.500  saham.

Sedangkan,  sekitar 54 % digunakan untuk modal kerja, seperti pembelian persediaan barang regular (consumables, mesin printer dan spare parts), penambahan dan pengembangan produk baru, pemasaran dan marketing. Penambahan dan pengembangan produk baru yang dimaksud adalah tipe produk baru yang mengalami peningkatan sesuai teknologi atau sesuai perkembangan pasar, seperti casing sosis yang sudah dikembangkan celulose casing selanjutnya jadi plastic sausage casing dan collagen sausage casing. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

BEI Siap Lelang 11 Kursi Bursa pada 1 Juli 2026, Minat Gabung?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana...

Guncang Stadion Azteca, Shakira Tandai Pembukaan Piala Dunia 2026 yang Spektakuler

STOCKWATCH.ID (MEXICO CITY) – Gelaran Piala Dunia 2026 dimulai...

Phapros Bagikan Dividen 15% dari Laba, Siapkan Capex Rp68,7 Miliar untuk Dorong Pertumbuhan 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Phapros Tbk (PEHA) memutuskan membagikan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru