STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– M+G Investment Funds (7), salah satu pemegang saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) telah menambah kepemilikan atau investasi dengan memborong sebanyak 2.936.000 lembar (0,03%) saham emiten jalan tol tersebut pada tanggal 25 Juni 2026.
M+G Investment Funds (7), membeli saham JSMR pada harga Rp2.837 per lembar senilai Rp8,329 miliar. Pada perdagangan di BEI, Selasa 9 Juni 2026, saham JSMR ditutup di level Rp3.160 per unit. Itu berarti, M+G Investment Funds (7) membeli saham JSMR pada harga diskon Rp323 per atau dibawah harga pasar.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan Manajemen Perseroan ke BEI, Rabu 01 Juli 2026, tujuan M+G Investment Funds (7), membeli saham JSMR adalah untuk menambah investasi dengan kepemilikan saham langsung atas emiten jalan tol tersebut.
Sebelum transaksi, M+G Investment Funds (7)menggenggam saham JSMR sebanyak 361.406.100 unit atau 4,99% saham. Setelah transaksi, kepemilikan M+G Investment Funds (7) atas saham JSMR meningkat menjadi 364.342.100unit atau setara dengan 5,02% saham.
Pada perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia, Rabu 01 Juli 2026, saham JSMR tercatat turun 0,37% menjadi Rp2.700 per unit dibanding penutupan sehari sebelumnya Rp2.710. Selama sepekan, saham JSMR turun 7,19%. Jika dibandingkan antara harga 02 Juni 2026 sebesar Rp3.040 terhadap harga penutupan kemarin, saham JSMR telah merosot 10,85%.
PT Jasa Marga Tbk (JSMR) adalah perusahaan yang didirikan pada tanggal 1 Maret 1978 oleh pemerintah Indonesia. Kegiatan usaha utama adalah merencanakan, membangun, mengoperasikan, dan memelihara jalan tol beserta fasilitasnya, termasuk tempat istirahat.
Proyek pertama JSMR adalah Jalan Tol Jogorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi). Perseroan melibatkan pihak swasta untuk membangun jalan tol lainnya di Indonesia, seperti Jakarta-Cikampek, Semarang, Surabaya-Gempol, dan Belawan-Medan-Tj Morawa (di Sumatera).

