STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) telah merampungkan pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali atau buyback. Emiten properti ini melepas jutaan lembar saham ke publik lewat pasar modal sepanjang Mei 2026.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi perusahaan di laman Bursa, TRIN berhasil menjual 2.646.100 lembar saham. Dari aksi tersebut, perusahaan mengantongi dana segar mencapai Rp1,57 miliar.
Penjualan saham ini dilakukan secara bertahap. Transaksi pertama dimulai pada 7 Mei 2026 dengan melepas 1.018.000 saham pada harga Rp659,15 per saham. Kemudian pada 8 Mei 2026, TRIN kembali menjual 531.900 saham seharga Rp670,32 per saham.
Aksi berlanjut pada 21 Mei 2026 sebanyak 108.100 saham dengan harga Rp540 per saham. Lalu pada 22 Mei 2026, perusahaan melepas 742.500 saham seharga Rp501,99 per saham. Terakhir, pada 27 Mei 2026, sebanyak 245.500 saham dijual pada harga Rp485,27 per saham.
Seluruh proses penjualan saham ini dilakukan melalui anggota bursa PT Mirae Asset di Bursa Efek Indonesia. Harga rata-rata penjualan dari keseluruhan transaksi tersebut berada di level Rp571,35 per saham.
“Perseroan melaporkan pelaksanaan pengalihan saham hasil Buy Back untuk periode 25 Mei 2026,” tulis Citra Chandrika G. Putri, Corporate Secretary TRIN, dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (3/6/2026).
Setelah penjualan ini, TRIN tercatat masih menyimpan sisa saham hasil buyback. Saat ini, jumlah saham yang belum dialihkan kembali tersisa sebanyak 54.903.100 lembar.
Sebelumnya, perusahaan memiliki kewajiban untuk mengalihkan kembali sebanyak 199 juta lembar saham hasil buyback. Aksi korporasi ini merujuk pada peraturan Otoritas Jasa Keuangan terkait kebijakan menjaga kinerja dan stabilitas pasar modal dalam kondisi berfluktuasi.
Laporan ini juga telah ditandatangani oleh Ishak Chandra selaku Direktur Utama TRIN pada 2 Juni 2026. Perusahaan memastikan tidak ada kerugian dari hasil penjualan atau pengalihan saham tersebut.

