spot_img

Laba Bersih Bekasi Fajar (BEST) Merosot 49,15% di 2025, Incar Marketing Sales Rp600 Miliar Tahun Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) membukukan laba bersih sebesar Rp30 miliar pada tahun buku 2025. Angka ini mengalami penurunan sebesar 49,15% jika dibandingkan dengan perolehan laba bersih tahun 2024 yang mencapai Rp59 miliar.

Berdasarkan data paparan publik Perseroan pada 18 Juni 2026, total pendapatan BEST sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp427 miliar. Perolehan tersebut turun 6,77% dari Rp458 miliar pada tahun 2024.

Pendapatan Perseroan pada 2025 dikontribusikan oleh penjualan lahan sebesar Rp220 miliar dan pendapatan berulang (recurring income) mencapai Rp207 miliar. Pendapatan berulang ini terus menunjukkan pertumbuhan stabil dari tahun ke tahun.

Penurunan laba bersih ini sejalan dengan laba kotor Perseroan yang terkoreksi 10,07% menjadi Rp250 miliar, dari Rp278 miliar pada 2024. Marjin laba kotor tercatat sebesar 59%. Sementara itu, EBITDA perusahaan mencapai Rp154 miliar dengan marjin EBITDA 36% pada akhir 2025.

Sepanjang 2025, BEST mencatat penjualan lahan industri (marketing sales) seluas 15 hektare dengan nilai Rp422 miliar. Sektor makanan dan minuman, logistik, pergudangan, serta otomotif menjadi penopang utama penjualan tersebut.

Dari sisi neraca keuangan, total aset BEST per Desember 2025 berada pada posisi Rp5,80 triliun. Nilai ini sedikit menurun dari posisi akhir 2024 sebesar Rp5,82 triliun. Namun, perusahaan berhasil memperkuat struktur permodalan dengan pertumbuhan ekuitas menjadi Rp4,45 triliun dari Rp4,42 triliun.

Manajemen juga berhasil menekan tingkat utang. Pinjaman bank turun menjadi Rp1,16 triliun dari sebelumnya Rp1,30 triliun pada 2024. Hal ini membuat rasio utang bersih terhadap ekuitas (net debt to equity) semakin sehat di level 0,18x dibandingkan 0,22x pada tahun sebelumnya. Rasio lancar perusahaan tetap kuat di posisi 6,3x.

Memasuki tahun 2026, kinerja perusahaan mulai menunjukkan tren positif. Hingga Maret 2026, BEST mengantongi pendapatan Rp90 miliar dengan laba bersih Rp9 miliar. Marjin laba kotor pada periode ini meningkat signifikan menjadi 65%.

Perseroan menetapkan target penjualan lahan (marketing sales) sebesar Rp600 miliar untuk tahun 2026. Hingga akhir Maret 2026, pipeline penjualan telah mencapai 72 hektare. Permintaan terbesar datang dari sektor data center, logistik, serta makanan dan minuman.

“Penjualan lahan tetap menjadi sumber utama pendapatan Perseroan. Fokus menarik permintaan dari existing tenant dan industri yang tangguh dan berkembang,” tulis manajemen BEST dalam materi paparannya.

Selain penjualan lahan, BEST tengah mengembangkan Data Center Cluster untuk menangkap tingginya permintaan sektor teknologi. Perseroan juga mempercepat segmen komersial BeFa Industrial Hub melalui peluncuran gudang multifungsi baru. Strategi ini bertujuan membuka sumber pendapatan baru sekaligus memaksimalkan pemanfaatan lahan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ekspansi Pabrik dan Inovasi Produk, Sariguna Primatirtna Bidik Pertumbuhan Doble Digit di 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Manajemen PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO)) menargetkan...

Laba Bersih Soechi Lines (SOCI) Terpangkas 55,4% Sepanjang 2025, Ini Pemicunya!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Soechi Lines Tbk (SOCI) membukukan...

Perkuat Likuiditas, Bank Maspion Kantongi Pinjaman USD 4 Juta dari KBank

STOCKWATCH.ID (SURABAYA) – PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru