STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) resmi mengumumkan rencana penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu VIII (PMHMETD VIII) atau rights issue. Emiten pengelola jaringan ritel Hypermart ini akan melepas sebanyak-banyaknya 23.999.658.401 saham.
Rencana ini telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 17 Juni 2026. Sebelumnya, perseroan juga sudah mengantongi restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 Maret 2026.
Sekretaris Perusahaan MPPA, Mirtha Sukanto menjelaskan dana hasil aksi korporasi ini bakal digunakan untuk memperkuat struktur keuangan perusahaan. “Sebesar Rp780 miliar akan digunakan oleh Perseroan untuk belanja modal (Capital Expenditure),” tulis Mirtha dalam keterbukaan informasi., Kamis (18/6/2026).
Rincian belanja modal tersebut meliputi pembelian aset properti dari sejumlah pihak afiliasi. Pertama, sebesar Rp351,5 miliar untuk pembelian bangunan di Mall City of Tomorrow, Surabaya, Jawa Timur seluas 16.138 m2 dari PT Citra Cito Perkasa.
Kedua, dana sebesar Rp134,5 miliar dialokasikan untuk membeli tanah dan bangunan di Jalan Veteran, Gresik, Jawa Timur dari PT Panca Megah Utama. Ketiga, Rp122 miliar untuk pembelian tanah dan bangunan di Jalan Sholeh Iskandar, Bogor, Jawa Barat dari PT Surya Asri Lestari.
Keempat, MPPA mengalokasikan Rp68 miliar untuk membeli tanah dan bangunan di Jalan Malioboro, Yogyakarta dari PT Nusa Malioboro Indah. Kelima, Rp54,5 miliar untuk aset tanah di Kawasan Industri Graha Balaraja, Tangerang, Banten dari PT Balaraja Sentosa.
Terakhir, sebesar Rp49,5 miliar digunakan untuk membeli tanah dan bangunan di Jalan Kapten Muslihat, Bogor dari pihak afiliasi SAL 2. Adapun sisa dana rights issue akan dipakai sebagai modal kerja atau operational expenditure.
“Sisanya akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung pertumbuhan modal kerja dan pengembangan kegiatan usaha inti Perseroan,” tambah Mirtha. Modal kerja ini termasuk peningkatan stok barang dagangan dari pemasok, terutama produk kebutuhan sehari-hari (FMCG) dan produk segar.
Berdasarkan jadwal yang dirilis perusahaan, tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD (Cum HMETD) di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 25 Juni 2026. Sementara di pasar tunai pada 29 Juni 2026.
Periode perdagangan HMETD akan berlangsung selama lima hari kerja, mulai 1 Juli hingga 7 Juli 2026. Pada periode yang sama, pemegang saham bisa melakukan pendaftaran, pemesanan, dan pembayaran saham baru.
Tanggal penjatahan pemesanan saham tambahan dijadwalkan pada 10 Juli 2026. Bagi pemegang saham yang kelebihan uang pesanan, perusahaan akan melakukan pengembalian (refund) pada 14 Juli 2026. Seluruh proses ini diharapkan selesai dengan laporan penjatahan ke Bursa Efek Indonesia pada 21 Juli 2026.

