STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) telah menetapkan penggunaan laba bersih untuk tahun buku 2025. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 15 Juni 2026.
KDTN mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,04 miliar sepanjang tahun 2025. Namun, para pemegang saham sepakat laba tersebut tidak dibagikan sebagai dividen. Seluruh keuntungan akan digunakan untuk memperkuat fondasi keuangan perusahaan.
Corporate Secretary KDTN, Aan Rohanah menjelaskan rincian penggunaan dana tersebut. Dana sebesar Rp50 juta akan disisihkan sebagai cadangan wajib.
“Penggunaan sisa laba bersih perseroan sebesar Rp1,99 miliar sebagai tambahan modal kerja,” tulis Aan dalam ringkasan risalah rapat, Kamis (18/6/2026).
Rapat ini dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 1.075.718.540 saham. Jumlah tersebut setara dengan 86,0559% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah.
Selain urusan laba, RUPST juga menyetujui laporan tahunan dan mengesahkan laporan keuangan tahun 2025. Laporan ini telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tjun Tjun dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan. Hasilnya, KDTN mendapatkan pendapat Wajar dalam semua hal yang material.
Pemegang saham juga memberikan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya atau acquit et de charge kepada jajaran Direksi dan Dewan Komisaris. Ini berlaku atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang dilakukan selama tahun 2025.
Dalam rapat tersebut, wewenang untuk menunjuk Akuntan Publik tahun buku 2026 dilimpahkan kepada Dewan Komisaris. Begitu juga dengan penetapan gaji serta tunjangan bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris.
Agenda lain yang dibahas adalah laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO). KDTN mengantongi dana Rp37,5 miliar dari IPO. Hingga saat ini, seluruh dana tersebut telah 100% direalisasikan.
Rinciannya, dana IPO digunakan untuk biaya penyelenggaraan sebesar Rp3,94 miliar. Pembangunan Xpress Hotel menelan dana Rp25,84 miliar. Sisanya digunakan untuk teknologi informasi Rp1 miliar, pembangunan Family Suite Rp2,21 miliar, dan modal kerja Rp4,49 miliar.
Terakhir, pemegang saham menyetujui pemutakhiran data pemegang saham. Hal ini dilakukan untuk memenuhi peraturan terbaru dari Menteri Hukum. Modal dasar KDTN tercatat sebesar Rp100 miliar. Sementara itu, modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh mencapai Rp31,25 miliar atau sebanyak 1.250.023.298 saham.
Pemegang saham utama KDTN terdiri dari PT Putrasakti Mandiri sebesar 475,5 juta saham. PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk dan PT Intan Perdana Sukses masing-masing memegang 300 juta saham. Sisanya, sebanyak 174,52 juta saham dimiliki oleh masyarakat dengan kepemilikan di bawah 5%.

