STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street menutup perdagangan akhir pekan dengan manis. Ketiga indeks utama kompak menguat pada sesi perdagangan singkat hari Jumat (28/11) waktu setempat atau Sabtu pagi (29/11/2025) WIB. Kenaikan ini terjadi tepat setelah pasar kembali dari libur Thanksgiving.
Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York naik 289,3 poin atau 0,61% menjadi 47.716,42. Indeks S&P 500 (SPX) menguat 36,48 poin atau 0,54% ke 6.849,09. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, bertambah 150,996 poin atau 0,65% ke 23.365,686..
Indeks utama di Amerika Serikat kompak menghijau. Nasdaq naik 150,996 poin atau 0,65% ke 23.365,686. S&P 500 menguat 36,48 poin atau 0,54% ke 6.849,09. Dow Jones Industrial Average (DJIA) ikut naik 289,3 poin atau 0,61% menjadi 47.716,42.
Sentimen pasar kini kembali bergairah. Investor semakin yakin Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Keyakinan ini menjadi pendorong utama kenaikan indeks saham.
Brian Mulberry, Manajer Portofolio Klien di Zacks Investment Management, memberikan pandangannya kepada CNBC. Ia menilai pasar kini lebih berani mengambil risiko.
“Suasana kembali ke sentimen yang sedikit lebih berani mengambil risiko karena pasar sekarang 80% hingga 85% yakin kita akan mendapatkan pemangkasan suku bunga [Federal Reserve] hanya dalam beberapa minggu singkat,” ujar Mulberry.
Potensi pemangkasan suku bunga sebesar seperempat poin persentase pada Desember kian terbuka lebar. Jika terjadi, ini akan menjadi pemangkasan ketiga secara berturut-turut. Sebelumnya, The Fed telah melakukan langkah serupa pada pertemuan September dan Oktober.
Para pedagang mulai menaikkan ekspektasi mereka terhadap penurunan suku bunga. Hal ini dipicu oleh pernyataan Presiden The Fed New York, John Williams, pekan lalu. Ia menyebut ada ruang untuk penyesuaian lebih lanjut dalam waktu dekat terhadap target suku bunga acuan.
Mulberry menambahkan penjelasannya terkait tren ini. Ia melihat adanya konfirmasi kelanjutan kebijakan yang lebih longgar.
“Ini sekadar mengonfirmasi kita sedang dalam tren pelonggaran dan tren itu akan berlanjut hingga tahun baru juga,” lanjut Mulberry.
Perdagangan hari Jumat ini sekaligus menjadi penutup bulan November. Saham teknologi sempat mengalami tekanan sepanjang bulan ini. Keraguan sempat menyelimuti profitabilitas masa depan perusahaan kecerdasan buatan (AI).
Akibat tekanan tersebut, Nasdaq tercatat turun hampir 2% sepanjang bulan November. Penurunan ini mengakhiri rekor kemenangan beruntun Nasdaq selama tujuh bulan terakhir. Namun, reli pekan Thanksgiving membantu memangkas kerugian tersebut.
Kondisi berbeda dialami oleh indeks lainnya. S&P 500 dan Dow Jones justru berakhir sedikit lebih tinggi secara bulanan. Keduanya sukses mencatatkan kemenangan bulan ketujuh secara berturut-turut berkat kenaikan minggu ini.
Secara mingguan, kinerja Wall Street terbilang sangat cemerlang. Dow Jones menyelesaikan periode mingguan dengan kenaikan lebih dari 3%. S&P 500 meningkat hampir 4%. Nasdaq Composite bahkan melonjak lebih dari 4% dalam periode yang sama.
