spot_img

Resmi Melantai di Papan Utama, Harga Saham Bach Multi Global (BACH) Naik 24,43%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Harga saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH) yang dicatatkan dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (08/7/2026), hingga pukul 09.02 WIB, naik Rp108 atau terangkat 24,43% menjadi Rp550, dari harga penawaran perdana Rp442 per saham.

Menurut data RTI, hingga waktu tersebut, saham BACH dibuka dan bergerak di harga Rp550 per unit. Volume perdagangan saham BACH di Pasar Reguler BEI mencapai 235 ribu unit senilai Rp135 juta dengan frekeunsi perdagangan sebanyak 605 kali.

Berdasarkan pengumuman BEI, dikutip Rabu (08/7/2026), sebanyak 4,984 miliar saham BACH bernominal Rp50 setiap saham ini dicatatkan di BEI pada Rabu (08/7/2026). Jumlah ini terdiri atas 3,469 miliar unit saham pendiri dan sebanyak 615 juta saham IPO. Saham BACH dicatatkan di Papan utama BEI.

Budi Kurniawan, Direktur Utama BACH, mengatakan, pencatatan saham perdana hari ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat ekspansi bisnis di sektor penyediaan energi dan pembangunan infrastruktur telekomunikasi.

“Langkah strategis ini menjadi fondasi bagi BACH untuk mempercepat ekspansi bisnis di sektor penyediaan energi dan pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas digital dan keandalan pasokan listrik di Indonesia,” ujar Budi, di Jakarta, Rabu (08/7/2026)

Sebagai informasi, dana hasil IPO akan digunakan sekitar 70% untuk modal kerja, terutama pembelian genset guna memenuhi kebutuhan penjualan dan penyewaan. Sisanya sekitar 30% dialokasikan untuk pembayaran sebagian pinjaman bank agar memperkuat struktur permodalan dan menurunkan tingkat leverage Perseroan.

Manajemen menargetkan pendapatan meningkat dari sekitar Rp1,73 triliun pada 2025 menjadi lebih dari Rp3 triliun pada 2030 dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 12% per tahun. Laba bersih diproyeksikan mencapai sekitar Rp401 miliar atau meningkat sekitar 158%, didukung ekspansi bisnis power solution, peningkatan proyek infrastruktur telekomunikasi, efisiensi operasional, dan penurunan beban keuangan setelah IPO.

- Advertisement -

Artikel Terkait

BEI Respons Indonesia Masuk Watchlist S&P DJI, Siap Jawab Concern Evaluasi Pasar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons keputusan...

Direktur AMMN Anthony Robert Mathias Tambah Porsi Kepemilikan Saham, Ini Tujuannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Anthony Robert Mathias, salah seorang Direktur PT...

IHSG ke Zona Merah, Turun 0,99% ke Level 5.927,256 Dipicu Sederet Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru