Tanpa Afiliasi, Investor Individu Ini Siap Serap Seluruh Saham Baru DGNS di Harga Rp269

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) bersiap mencatatkan saham tambahan di Bursa Efek Indonesia pada 8 Mei 2026. Ini dilakukan melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Perseroan akan menerbitkan 29.651.500 saham baru. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp269 per saham. Dari aksi ini, DGNS menargetkan dana segar sekitar Rp7,97 miliar.

Seluruh saham baru akan diserap oleh Gene Richard. Ia merupakan investor individu yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan.

Penetapan harga Rp269 mengacu pada ketentuan Peraturan I-A. Nilai ini setara minimal 90% dari rata-rata harga penutupan selama 25 hari bursa. Dalam periode 13 Maret 2026 hingga 24 April 2026, rata-rata harga saham DGNS tercatat Rp289.

Aksi korporasi ini telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 6 April 2026. Dalam rapat tersebut, perseroan mendapat izin menerbitkan hingga 125.000.000 saham baru atau maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Direktur Utama DGNS, Fergus Richard, menyampaikan permohonan kepada BEI terkait rencana ini. “Kami mohon agar BEI dapat menyetujui pencatatan saham tambahan sebagaimana tersebut di atas,” ujarnya dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (28/4/2026).

Perseroan menyebut penerbitan saham baru dilakukan sesuai ketentuan POJK No. 14/POJK.04/2019. DGNS berharap persetujuan dari BEI dapat diperoleh sebelum tanggal pelaksanaan yang telah dijadwalkan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

BEI Hentikan Perdagangan Saham Ini Usai Melonjak Tajam

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan...

BEI Buka Suspensi Saham Ini, Perdagangan Kembali Normal Mulai Sesi Satu

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka...

IHSG Diprediksi Koreksi Lagi, BNI Sekuritas Rekomendasikan 6 Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru