Buat Bayar Utang dan Modal Kerja, HRTA Siap Rilis Obligasi Rp1 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Obligasi Berkelanjutan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) II Tahap I Tahun 2024 senilai Rp1 triliun akan ditawarkan kepada investor pada 22-24 Oktober 2024. Pencatatan Obligasi HRTA di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 Oktober 2024.

Direksi HRTA dalam prospektus rencana penawaran umum obligasi yang disampaikan ke BEI, Rabu  (28/8/2024) mengemukakan, obligasi ini adalah bagian dari penawaran umum Obligasi Berkelanjutan II HRTA senilai total Rp1 triliun.

Obligasi HRTA tersebut terdiri atas Seri A dan seri B, masing-masing seri memiliki tenor tiga tahun dan lima tahun. Namun, manajemen HRTA belum menetapkan besaran jumlah pokok masing-masing seri obligasi dan tingkat bunga obligasi.

Bunga obligasi akan dibayarkan tiap tiga bulan dimana pembayaran bunga pertama dilakukan pada 29 Januari 2025, sedangkan pembayaran bunga terakhir dilakukan pada saat jatuh tempo obligasi.

Dana hasil penawaran umum obligasi (PUB), setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, sebesar Rp480 miliar akan digunakan untuk pelunasan sebagian Pokok Obligasi Berkelanjutan I Hartadinata Abadi (HRTA) Tahap I Tahun 2019.

Adapun sisanya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan, yaitu modal kerja untuk manufaktur produk emas perhiasan dan batangan seperti pembelian bahan baku emas dan aktivitas produksi. Modal kerja untuk persediaan di toko-toko Perseroan seperti perhiasan dan emas batangan. Modal kerja untuk perluasan toko ritel emas milik Perseroan di Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Karawang, Semarang, Solo, Malang, Balikpapan, Samarinda, Manado, Kepulauan Riau, Jambi, Medan, Bali dan kota dan kabupaten lainnya.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi berkelanjutan II HRTA Tahap I/2024 adalah PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Sucor Sekuritas, serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebagai wali amanat. Obligasi HRTA ini mendapat peringkat  idAAAcg (Triple A, Corporate Guarantee) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Resmi Jadi Pengendali Baru,  Graha Inti Guna Persada Siap Tender Wajib Saham INPS

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS)...

Prodia Widyahusada (PRDA) Guyur Dividen Rp162,683 per Saham pada 22 Mei 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) berencana membagikan...

BREN, DSSA dan KPIG, Masuk 5 Saham Top Losers Pekan Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam pekan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru