STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan, saat ini pihaknya tengah mengawasi pola transaksi saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), saham PT Gowa Makasar Tourism Development Tbk (GMTD), dan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB). Ketiga saham di atas terindikasi bergerak tak wajar.
Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, dalam pengumuman, Rabu, 12 November 2025 mengatakan, pola gerak saham INET, GMTD, dan PJHB diawasi BEI karena pergerakan harga di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).
“Otoritas Bursa memandang perlu untuk mengawasi perkembangan harga saham INET, GMTD, dan PJHB sebagai bentuk perlindungan bagi investor,” katanya.
Yulianto mengakui bahwa, pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran atas peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.
Namun, dia meminta investor agar berhati-hati dengan memperhatikan jawaban manajemen INET, GMTD, dan PJHB atas permintaan konfirmasi BEI terkait perkembangan harga ketiga saham ini. Yulianto pun berharap supaya investor mencermati ketiga saham perusahaan tercatat di atas dan keterbukaan informasi.
Yulianto juga meminta investor mengkaji kembali rencana corporate action ketiga Perusahaan Tercatat jika belum mendapatkan persetujuan RUPS. Investor perlu mempertimbangkan matang berbagai kemungkinan yang dapat timbul sebelum memutuskan untuk berinvestasi di saham INET, GMTD, dan PJHB.
Hingga pukul 09.45 WIB perdagangan di BEI, Kamis 13 November 2025, harga saham INET terpantau di level Rp464 per unit, naik 2,65% dibanding penutupan sehari sebelumnya di Rp452 per unit.
Adapun saham GMTD dalam kurun waktu sama tercatat di Rp3.030 per unit, turun 2,26% dibanding penutupan sehari sebelumnya di 3.100 per unit.
Sedangkan harga saham PJHB terpantau di posisi Rp500 per unit, melonjak 51,51% dibanding harga penawaran umum perdana ( IPO ) sebesar Rp330 per unit. (konrad)
