spot_img

Laporan Keuangan SAP Kerek Sektor Teknologi, Bursa Saham Eropa Kompak Menghijau

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (24/7/2026) waktu setempat. Investor menyambut baik laporan keuangan beberapa perusahaan besar. Sentimen positif ini muncul saat pelaku pasar memantau dampak kenaikan harga minyak terhadap kebijakan moneter.

Mengutip Investing, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,6% ke posisi 644,67. Pencapaian ini menandai kenaikan selama dua minggu berturut-turut. Hampir semua bursa utama di kawasan tersebut berada di zona hijau.

Indeks DAX Jerman melonjak 1,36% ke posisi 25.099,00. IBEX 35 Spanyol juga meningkat 1,65% ke level 19.585,40. Indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,91% ke level 10.736,23. Sementara itu, CAC 40 Perancis naik 0,88% ke posisi 8.372,28.

Saham SAP asal Jerman melonjak 10% dalam perdagangan ini. Perusahaan perangkat lunak tersebut melaporkan pertumbuhan pesanan cloud kuartal kedua melebihi ekspektasi analis. Hal ini mendorong indeks sektor teknologi secara keseluruhan naik 1,7%.

Analis Deutsche Bank yang dipimpin Jim Reid memberikan catatan terkait tantangan perusahaan teknologi besar. “Dua masalah besar bagi perusahaan teknologi besar adalah belanja modal tidak lagi didanai dari arus kas bebas saja dan AI sumber terbuka yang lebih murah sangat mengancam model bisnis,” kata Jim.

Sektor teknologi Stoxx 600 sudah naik hampir 17% sepanjang tahun ini. Angka tersebut berada tepat di bawah saham energi yang melonjak sekitar 32%. Namun, saham minyak dan gas gagal memanfaatkan harga minyak mentah Brent yang bertahan di atas USD 100 per barel.

Penurunan saham Neste sebesar 6,4% ikut membebani sentimen. Pembuat biofuel asal Finlandia ini melaporkan laba inti kuartal kedua sedikit di bawah harapan. Chris Beauchamp, kepala analis pasar di IG, menyoroti kondisi ekonomi saat ini.

“Kami telah berpindah dari memperhitungkan periode pertumbuhan yang lemah dan inflasi yang lebih tinggi ke potensi resesi. Kami belum sampai di sana… tetapi kita bisa sampai ke titik itu dengan sangat cepat,” ujar Chris.

Bank Sentral Eropa (ECB) mungkin perlu menaikkan suku bunga lagi karena risiko inflasi masih tinggi. Pasar memperkirakan ada peluang 70% untuk kenaikan suku bunga lagi pada akhir tahun 2026. Di sisi lain, Pemerintah Amerika Serikat (AS) menerapkan tarif baru sebesar 10% dan 12,5% untuk barang-barang dari 60 mitra dagang.

Saham Valmet melonjak 22% setelah melaporkan hasil kuartal kedua yang melampaui ekspektasi. Ini menjadi lonjakan harian terbesar sepanjang sejarah perusahaan. Namun, saham Securitas merosot 11% karena laba inti lebih rendah dari perkiraan.

Volkswagen mencatatkan penurunan saham sekitar 1%. Produsen mobil ini memangkas target pertumbuhan pendapatan setelah laba kuartal kedua anjlok 9,5%. Indeks AEX Belanda naik 0,31% ke level 1.090,04, sementara SMI Swiss tumbuh 0,79% ke posisi 14.327,20.

Bursa Rusia juga menguat dengan indeks RTSI naik 1,44% ke level 874,26. Indeks MOEX Rusia ikut naik 0,96% ke posisi 2.165,54. Sebaliknya, indeks PSI Portugal turun 0,40% ke level 9.215,11.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ketegangan di Timur Tengah Menghantui, Wall Street Ditutup Beragam Saat Harga Minyak Turun

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Antisipasi Mega IPO CXMT Senilai USD 8,6 Miliar, Mayoritas Bursa Asia-Pasifik Ditutup Merah

STOCKWATCH.ID (BEIJING) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...

Wall Street Anjlok Terseret Ketegangan Timur Tengah dan Aksi Jual Saham Teknologi

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat (AS)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru