spot_img

Ada Upaya Damai Pakistan, Harga Minyak Dunia Merosot Hingga 4%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot hingga 4% pada akhir perdagangan Jumat (24/7/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (25/7/2026) WIB. Penurunan ini terjadi setelah muncul laporan mengenai upaya perdamaian untuk menghidupkan kembali pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Mengutip CNBC, harga minyak mentah Brent jatuh hampir 4% dan ditutup pada level 96.78 USD per barel di London ICE Futures Exchange. Harga ini merupakan patokan internasional untuk perdagangan minyak dunia.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) merosot 3%. Minyak WTI berakhir pada posisi 89.31 USD per barel di New York Mercantile Exchange.

Kabar mengenai Pakistan yang berusaha memulai kembali dialog antara AS dan Iran menjadi penyebab utama turunnya harga. Langkah Pakistan tersebut kabarnya mendapat dukungan penuh dari China.

Seorang pejabat pemerintah Pakistan memberikan keterangan terkait situasi ini. “Orang-orang China tidak senang karena serangan Iran terhadap negara-negara Teluk lainnya dan penutupan Selat Hormuz memukul kepentingan mereka,” ujarnya.

Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak sepanjang pekan ini. Minyak mentah AS naik sekitar 8% dan Brent melesat hampir 10% karena pertempuran di Timur Tengah yang semakin panas.

Militer AS melalui Central Command baru saja menyelesaikan serangan malam ke-13 berturut-turut di Iran. Sasaran mereka meliputi pusat komando militer, gudang penyimpanan drone, hingga jaringan komunikasi.

Tujuan serangan tersebut untuk mengurangi ancaman Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Saat ini, lebih dari 50.000 tentara AS sedang bertugas di seluruh wilayah Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengaku tengah memikirkan serangan besar-besaran ke Iran. Hal ini ia sampaikan setelah konflik meluas ke wilayah Laut Merah.

“Saya sedang mempertimbangkan serangan besar-besaran. Lebih besar dari sebelumnya. Saya hampir mengambil keputusan. Kita semua sudah siap untuk itu,” kata Trump.

Trump juga menyatakan akan meminta pertanggungjawaban Iran atas serangan kelompok Houthi dari Yaman. Kelompok ini dilaporkan telah menyerang dua kapal tanker minyak milik Arab Saudi.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, ikut mengomentari langkah tegas sang presiden. Rubio menyebut pendekatan yang diambil Trump terhadap Iran adalah tindakan “kepala untuk sebuah mata”.

Daniela Hathorn, analis pasar senior di Capital.com, mencatat adanya risiko besar yang kembali muncul di pasar minyak. Ketidakstabilan di rute pengiriman utama menjadi perhatian para investor.

“Sentimen investor tertekan oleh gangguan berkelanjutan di Laut Merah, di mana serangan terhadap kapal komersial menambah kekhawatiran atas perdagangan global dan keamanan energi,” ujar Daniela.

Sementara itu, ahli strategi dari UBS Global Wealth Management, Giovanni Staunovo, menilai pasar mungkin terlalu cepat berharap pada pemulihan produksi minyak. Ia melihat proses tersebut akan berjalan lebih lambat.

“Kami terus memperkirakan proses pemulihan produksi di Timur Tengah akan lebih lambat dari yang diantisipasi pasar, karena memerlukan peningkatan kapal yang masuk,” ungkap Giovanni.

Giovanni memprediksi harga minyak Brent akan melandai di masa depan. Ia memperkirakan harga minyak akan turun ke level 85 USD per barel pada akhir tahun ini.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Emas Dunia Kembali Menguat Jelang Rapat The Fed

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali menguat pada...

S&P 500 Futures Stagnan, Investor Berusaha Bangkit Pasca Tekanan Harga Minyak

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) indeks S&P...

Harga Emas Dunia Merosot 2%, Tertekan Lonjakan Minyak dan Kekhawatiran Suku Bunga

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia merosot pada perdagangan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru