STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) indeks S&P 500 bergerak tipis pada Kamis malam (23/7/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (24/7/2026). Para pelaku pasar sedang berusaha memulihkan diri dari aksi jual besar-besaran akibat lonjakan harga minyak dunia.
Mengutip CNBC, futures S&P 500 mencatat kenaikan sangat kecil. Futures Nasdaq-100 berhasil naik 0,3%. Di sisi lain, futures Dow Jones Industrial Average diperdagangkan turun tipis 20 poin.
Sesi perdagangan sebelumnya cukup berat bagi pasar saham. Indeks Dow Jones anjlok lebih dari 500 poin atau sekitar 1%. Ini merupakan hari negatif kelima bagi Dow dalam enam hari terakhir. Indeks S&P 500 dan Nasdaq juga mencatat kinerja harian terburuk sejak 23 Juni. S&P 500 turun 1,2% dan Nasdaq merosot hingga 2,2%.
Harga minyak mentah Brent menembus level USD 100 per barel untuk pertama kalinya sejak akhir Mei. Kenaikan tajam sekitar 7% ini terjadi setelah dua kapal tanker Arab Saudi dilaporkan diserang di Laut Merah. Minyak West Texas Intermediate (WTI) juga naik sekitar 6% pada hari yang sama.
Adam Turnquist, Chief Technical Strategist di LPL Financial, memberikan komentarnya mengenai pergerakan harga minyak. “Meskipun posisi saat ini tidak menjamin minyak akan terus naik, ini berarti pasar memasuki eskalasi terbaru dalam posisi yang buruk untuk kejutan kenaikan harga,” ujar Adam Turnquist.
Turnquist menambahkan ketika sentimen pasar sedang sangat pesimis, penurunan kecil pada pasokan bisa memicu kenaikan harga yang sangat besar. Laporan keuangan kuartalan Tesla dan Alphabet turut menekan pasar secara luas. Saham Tesla anjlok hampir 15%. Ini menjadi hari terburuknya sejak Maret 2025. Perusahaan mobil listrik ini mencatat perolehan laba di bawah target.
Sementara itu, Alphabet kehilangan 7% setelah menaikkan target pengeluaran modal tahunannya. Ini merupakan penurunan harian terbesar bagi Alphabet sejak Mei 2025.
Pergerakan pada Kamis ini membuat indeks utama Amerika Serikat berada di jalur penurunan mingguan. Indeks Dow dan S&P 500 masing-masing telah menyusut 0,8% dan 0,7% sepanjang minggu ini. Nasdaq mencatat kinerja terburuk dengan kehilangan 1,5%.

