STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT WGS Ventures Tbk (WGSH) memperkirakan pendapatan meningkat dari Rp50,08 miliar pada 2025 menjadi Rp242,37 miliar pada 2026. Laba bersih juga diproyeksikan naik dari Rp3,22 miliar menjadi Rp12,81 miliar pada periode yang sama. Total aset diperkirakan bertambah menjadi Rp149,39 miliar pada 2026.
Dalam materi paparan publik yang disampaikan ke BEI, dikutip Minggu (26/7/2026), terungkap, WGSH menyiapkan aksi korporasi melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Perseroan akan menerbitkan hingga 208,5 juta saham baru untuk mendukung pengembangan usaha dan memperkuat modal kerja. Rencana penerbitan saham baru tersebut telah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 19 Juni 2026.
Transaksi dapat dilakukan hingga 19 Juni 2028 dan akan dilaksanakan secara bertahap (tranche) dengan nilai masing-masing sebesar Rp500 juta. “Harga pelaksanaan ditetapkan berdasarkan harga penutupan sebelum hari transaksi, dengan batas minimal 90% dari rata-rata harga penutupan selama 25 hari bursa,” tulis manajemen WGSH.
Menurut manajemen WGSH, dana hasil private placement akan digunakan untuk tiga kebutuhan utama. Sebesar Rp20 miliar dialokasikan sebagai modal kerja guna pengadaan 1.500 ton cacahan (flakes) PET per bulan untuk memenuhi permintaan yang ada saat ini.
Selanjutnya, Rp2,5 miliar akan digunakan untuk mengembangkan prototipe startup “Lungpat” yang bertujuan mengintegrasikan pemulung secara langsung ke dalam jaringan pengumpulan perusahaan. Sementara Rp2,5 miliar lainnya dialokasikan untuk meningkatkan mesin pemrosesan agar memenuhi standar ekspor sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Manajemen WGSH menegaskan strategi pertumbuhan perseroan bertumpu pada investasi berkelanjutan, ekonomi sirkular, serta pengembangan bisnis berbasis teknologi. Perseroan mengoptimalkan bisnis inti sekaligus membuka peluang melalui akuisisi, joint venture, kepemilikan saham minoritas, aliansi strategis, kemitraan pemasaran, dan investasi organik.
Salah satu fokus pengembangan berada pada bisnis daur ulang plastik melalui Blue Phoenix Industries. Unit usaha tersebut mengolah botol PET pascakonsumsi menjadi pelet recycled PET (rPET) tingkat pangan (food-grade) yang ditujukan untuk pasar ekspor maupun domestik.
Pada kapasitas penuh, Blue Phoenix Industries ditargetkan mampu mendaur ulang hingga 85 juta botol plastik per bulan. Produksi rPET juga diklaim menghasilkan emisi CO₂ 79% lebih rendah dibandingkan plastik PET murni serta mengurangi emisi sekitar 1,7 ton CO₂ untuk setiap ton produk yang dihasilkan.
Selain itu, model bisnis ini mengintegrasikan pemulung dan komunitas lokal ke dalam rantai pasok formal sehingga menciptakan lapangan kerja ramah lingkungan.
Manajemen WGSH juga memaparkan hasil valuasi menggunakan pendekatan pasar (Market Approach) dan Discounted Cash Flow (DCF). Berdasarkan asumsi PMTHMETD terserap pada 2026, target harga saham WGSH dipatok sebesar Rp200 per saham.

