STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah tegas pada perdagangan tengah pekan ini. Otoritas bursa memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan tiga saham sekaligus.
Suspensi ini berlaku efektif mulai hari ini, Rabu (10/12/2025). Tiga emiten yang terkena “gembok” bursa adalah PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH), PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT), dan PT Intraco Penta Tbk (INTA).
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Harga ketiga saham tersebut mengalami lonjakan yang sangat tajam dalam beberapa waktu terakhir. BEI menilai perlu adanya pendinginan atau cooling down terhadap pergerakan harga yang liar tersebut.
Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A., menjelaskan tujuan dari tindakan ini. Pihaknya ingin melindungi investor dari volatilitas pasar yang berlebihan.
Suspensi ini berlaku di dua pasar sekaligus. Perdagangan dihentikan baik di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai.
“Penghentian sementara perdagangan saham tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya,” ujar Pande, dikutip Rabu (10/12/2025).
Bursa mengimbau agar para investor tetap tenang. Pelaku pasar diminta untuk terus memantau pengumuman resmi dari perusahaan tercatat.
“Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan,” tutup Pande.
Harga Saham
Harga saham DOOH ditutup naik di Rp288 pada perdagangan 9 Desember 2025. Harga ini naik Rp12 atau 4,35 persen dibanding penutupan sebelumnya di Rp276. Saham ini dibuka di Rp276 dan sempat menyentuh level tertinggi di Rp300. Level terendah tercatat di Rp270. Volume perdagangan tercatat 588.133.800 saham. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi DOOH berada di Rp288. Harga terendah terjadi pada 7 Januari 2025 di Rp54. Rentang 52 minggu berada pada Rp50 hingga Rp326. Nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp2.228.800.618.368.
Kenaikan juga terjadi pada saham TIRT. Harga terakhir tercatat Rp106 atau naik Rp9 setara 9,28 persen. Saham ini dibuka, tertinggi, dan terendah berada di Rp106. Volume transaksi sebanyak 1.461.200 saham. Harga sebelumnya berada pada Rp97. Level tertinggi tahun berjalan berada di Rp106. Harga terendah tercatat pada 2 Januari 2025 di Rp30. Rentang 52 minggu bergerak dari Rp27 hingga Rp106. Kapitalisasi pasar sebesar Rp107.248.123.500.
Saham INTA ikut menguat. Harga terakhir berada di Rp105, naik Rp9 atau 9,38 persen dari penutupan sebelumnya di Rp96. Saham ini dibuka di Rp105, dan tidak bergerak dari level tertinggi dan terendah di harga yang sama. Volume perdagangan mencapai 24.028.900 saham. Harga tertinggi sepanjang tahun adalah Rp105. Level terendah terjadi pada 9 April 2025 di Rp10. Rentang 52 minggu berada pada Rp10 hingga Rp105. Kapitalisasi pasar tercatat Rp351.113.177.310.
