back to top

Produk RI Perkuat Cengkeraman di Pakistan, Wamendag Roro Esti Dorong Ekspansi Ritel Modern

STOCKWATCH.ID (KARACHI) – Produk Indonesia kini semakin mendominasi pasar Pakistan melalui jaringan ritel modern Imtiaz. Jaringan supermarket ini menjadi etalase utama bagi berbagai produk unggulan tanah air di negara tersebut. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, meninjau langsung visibilitas produk tersebut di Karachi, Pakistan, Sabtu (10/1).

Imtiaz merupakan ritel terbesar dan paling sukses yang merepresentasikan pasar modern di Pakistan. Wamendag Roro menilai Imtiaz sebagai mitra strategis dalam menjangkau konsumen akhir. Produk asal Indonesia terlihat ditempatkan secara menonjol di rak-rak supermarket tersebut.

“Imtiaz merupakan mitra strategis Indonesia dalam menjangkau konsumen akhir di Pakistan. Penempatan produk Indonesia yang menonjol di rak Imtiaz mencerminkan kepercayaan pasar Pakistan terhadap kualitas dan daya saing produk Indonesia. Kepercayaan tersebut sekaligus menegaskan reputasi Indonesia sebagai pemasok yang andal yang memenuhi standar kualitas, keberlanjutan, dan kepatuhan halal,” ujar Wamendag Roro dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Wamendag memberikan apresiasi kepada Imtiaz Group atas konsistensi mereka memasarkan produk Indonesia. Berbagai produk tersebut mulai dari minyak sawit, makanan, minuman, kebutuhan rumah tangga, hingga perawatan tubuh. Ia mendorong Imtiaz terus memperluas ragam dan volume produk Indonesia di seluruh jaringannya.

Wamendag Roro mengajak Imtiaz menjajaki pengadaan langsung atau direct sourcing. Ia juga menawarkan potensi kontrak pasokan jangka panjang serta kemitraan eksklusif dengan produsen Indonesia. Pemerintah RI siap memfasilitasi penjajakan kesepakatan bisnis hingga pendampingan teknis.

Direktur Imtiaz Group, Kashif Imtiaz, menyebut produk Indonesia sangat diminati konsumen Pakistan. Kualitas yang baik dan kesesuaian dengan kebutuhan pasar menjadi daya tarik utama. Ia berharap Indonesia membuka peluang lebih luas untuk pengadaan produk lainnya.

Sebelum mengunjungi Imtiaz, Wamendag Roro bertemu jajaran pimpinan Waheed Group pada Kamis (8/1). Perusahaan ini adalah salah satu importir minyak sawit terbesar Indonesia di Pakistan. Waheed Group bergerak di bidang manufaktur, impor, hingga distribusi minyak nabati.

Data Kemendag menunjukkan Waheed Group mengimpor minyak sawit Indonesia senilai USD 383,55 juta pada 2025. Total volume impor tersebut mencapai 290,53 ribu ton. Waheed Group kini berencana membangun dermaga khusus untuk meningkatkan efisiensi logistik impor minyak sawit.

Saat ini, minyak sawit Indonesia menguasai sekitar 70% pangsa pasar minyak nabati di Pakistan. Wamendag Roro juga bertemu CEO Pakistan Edible Oil Conference (PEOC), Rasheed Jan Mohammad. Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas pasokan meskipun tengah memperkuat kebijakan biodiesel nasional B30 dan menuju B50 pada 2026.

“Indonesia terus menyempurnakan tata kelola minyak sawit untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan domestik dan ekspor. Dengan kapasitas produksi yang kuat, peningkatan produktivitas, serta manajemen stok yang efektif, pasokan ekspor dipastikan tetap stabil, terprediksi, dan memadai, termasuk bagi mitra strategis seperti Pakistan,” ungkap Wamendag Roro.

Agenda berlanjut dengan menemui perwakilan Federasi Kamar Dagang dan Industri Pakistan (FPCCI) pada Jumat (9/1). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto pada Desember 2025. Kedua pihak membahas pembentukan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) untuk memperluas kerja sama.

Sektor yang akan dikembangkan meliputi perdagangan jasa seperti layanan kesehatan dan tenaga medis. Perwakilan FPCCI, Ibrahim Tawwaf, menyambut baik komitmen ini. Ia menilai kunjungan Wamendag Roro menjadi momentum penting untuk memacu kemajuan bisnis di berbagai sektor kedua negara.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Setahun Danantara, Prabowo Tekankan Tata Kelola Aset Negara; BRI Salurkan 5.500 Paket Sekolah

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Danantara Indonesia menandai satu tahun perjalanan...

Kejar Swasembada Energi, Presiden Prabowo Kebut Proyek Raksasa PLTS 100 GW

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Pemerintah Indonesia makin agresif meninggalkan energi...

Modal Asing Deras Masuk, Kewajiban Investasi RI Tembus USD 272,6 Miliar di 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada triwulan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru