back to top

Bursa Asia Ditutup Beragam, Indeks Kospi Terbang Cetak Rekor Tertinggi

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik ditutup bervariasi pada perdagangan hari Kamis (15/1/2026) waktu setempat. Pergerakan pasar dipengaruhi oleh respon investor terhadap keputusan kebijakan terbaru Bank of Korea (BoK).

Mengutip CNBC International, bank sentral Korea Selatan memutuskan menahan suku bunga acuan di level 2,50%. Keputusan ini sejalan dengan ekspektasi analis Reuters. Ruang pelonggaran kebijakan saat ini semakin sempit akibat pelemahan mata uang won baru-baru ini.

Langkah ini direspons positif oleh pasar saham Negeri Ginseng. Indeks acuan Kospi melompat 1,58% dan mencetak rekor tertinggi baru di level 4.797,55. Indeks saham berkapitalisasi kecil, Kosdaq, juga naik 0,95% ke posisi 951,16. Di pasar valas, won Korea Selatan melemah sekitar 0,2% menjadi 1.466,6 per dolar AS.

Di Jepang, pergerakan indeks utama terbagi dua. Indeks Nikkei 225 turun 0,42% menjadi 54.110,50. Sebaliknya, indeks Topix justru naik 0,68% ke level 3.668,98. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,47% menjadi 8.861,70.

Saham Toyota Industries melonjak 5,8% pada perdagangan hari ini. Kenaikan terjadi setelah Toyota Motors mengumumkan persetujuannya pada Rabu malam. Raksasa otomotif ini setuju menaikkan tawaran untuk Toyota Industries menjadi 18.800 yen atau setara USD 118,11 per saham.

Bergeser ke China, pasar saham kompak berada di zona merah. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,66% ke 26.923,62. Indeks CSI 300 Shanghai juga melemah 0,42% ke 4.112,60.

Saham Trip.com menjadi pemberat utama di indeks Hong Kong. Saham ini sempat anjlok hingga 21% sebelum ditutup merosot 17,2%. Penurunan drastis terjadi usai regulator pasar China membuka penyelidikan terhadap platform perjalanan daring tersebut pada hari Rabu.

Terkait hal ini, regulator pasar China menyatakan, “Kami telah membuka penyelidikan terhadap platform perjalanan daring tersebut atas dugaan perilaku monopoli.”

Sementara itu, nilai tukar yen Jepang sedikit menguat ke level 158,34 per dolar AS. Pelaku pasar kini memantau ketat kemungkinan intervensi oleh otoritas Jepang. Kekhawatiran muncul setelah mata uang ini sempat terpuruk ke level terendah dalam 18 bulan pada awal pekan. Di sisi lain, pasar saham India libur pada perdagangan hari ini.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Inflasi Memanas dan Ancaman AI Bikin Cemas, Indeks Dow Jones Anjlok 500 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Laba Cetak Rekor, Saham Swiss Re Melonjak Saat Bursa Eropa Ditutup Bervariasi

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup bervariasi pada...

Bursa Saham Asia Bergerak Variatif,di Akhir Pekan, Saham Teknologi Jadi Sorotan

STOCKWATCH.ID (TOKYO) - Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru