STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan, pihaknya tengah mengawasi pola transaksi saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), dan saham PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) karena terindikasi bergerak tak wajar.
Menurut Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, dalam pengumuman, Kamis 5 Maret 2026, pola gerak saham MLPT dan JSPT diawasi BEI karena terjadi pergerakan harga yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA). Harga kedua saham ini mengalami penurunan yang signifikan.
Informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat (MLPT) adalah tanggal 26 Februari 2026 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia perihal penyampaian informasi pemenuhan kewajiban Public Expose – Tahunan.
Sedangkan Informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat (JSPT) adalah informasi tanggal 19 Februari 2026 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (”Bursa”) perihal penjelasan atas volatilitas transaksi.
Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham MLPT dan JSPT tersebut, Otoritas Bursa memandang perlu untuk mengawasi perkembangan harga kedua saham tersebut sebagai bentuk perlindungan bagi investor.
Yulianto mengemukakan, pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran atas peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.
Dia mengingatkan kepada investor agar berhati-hati dengan memperhatikan jawaban manajemen MLPT dan JSPT atas permintaan konfirmasi BEI terkait perkembangan harga kedua saham ini. Yulianto pun berharap agar investor mencermati dua saham perusahaan tercatat di atas dan keterbukaan informasi.
Yulianto juga meminta investor mengkaji kembali rencana corporate action kedua Perusahaan Tercatat jika belum mendapatkan persetujuan RUPS. Investor perlu mempertimbangkan dengan matang berbagai kemungkinan yang dapat timbul sebelum memutuskan untuk berinvestasi di saham MLPT dan JSPT.
Pada perdagangan saham di BEI, Kamis, 5 Maret 2026, saham MLPT tercatat di level Rp22.375 per unit, naik 1,70% jika dibandingkan sehari sebelumnya di Rp22.000 per unit. Meski begitu, selama sepekan, saham MLPT telah turun 21,14%, dari Rp27.900 pada 26 Februari 2026 menjadi Rp22.000 per 4 Maret 2026.
Adapun saham JSPT naik 2,80% menjadi Rp1.470 per unit dibanding sehari sebelumnya sebesar Rp1.430 per unit. Namun, jika dibandingkan antara harga penutupan per 26 Februari 2026 di posisi Rp1.980 per unit terhadap harga per 4 Maret 2026 di level Rp1.430, maka saham JSPT turun sebesar 27,77%. (konrad)
