back to top

Arab Saudi Guyur Pasar Minyak, Bursa Saham Asia Kompak Pangkas Kerugian

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak memangkas kerugian pada penutupan perdagangan Senin (9/3/2026). Investor menyambut baik langkah Arab Saudi menawarkan minyak mentah ke pasar global. Sentimen positif ini muncul untuk meredakan kepanikan usai harga energi meroket akibat konflik di Timur Tengah.

Mengutip CNBC International, pasokan minyak dari Arab Saudi perlahan mendinginkan ketegangan pasar. Kerajaan tersebut menawarkan sekitar 4,6 juta barel minyak mentah. Pasokan ini disalurkan melalui jalur pipa menuju Yanbu di Laut Merah berdasarkan laporan Bloomberg.

Berita ini langsung memicu sedikit penurunan harga minyak. Minyak berjangka Brent berada di posisi naik 16,13% menjadi USD 107,71 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 13,74% ke level USD 103,47 per barel.

Kedua acuan harga minyak ini sebelumnya nyaris menyentuh level USD 120 per barel. Lonjakan tajam terjadi usai produsen utama di Timur Tengah memangkas produksinya. Kuwait, Iran, dan Uni Emirat Arab mengambil langkah tegas ini pasca penutupan Selat Hormuz.

Indeks Kospi Korea Selatan memicu circuit breaker kedua dalam empat sesi terakhir pada hari Senin. Indeks ini sempat anjlok lebih dari 8%. Perdagangan terpaksa dihentikan sementara selama 20 menit mulai pukul 10.31 waktu setempat. Kospi akhirnya ditutup merosot 5,96% ke level 5.251,87.

Saham raksasa teknologi ikut berjatuhan di bursa Korea Selatan. Saham kelas berat Samsung Electronics terpuruk 7,81%. Saham perusahaan produsen cip, SK Hynix, juga merosot tajam hingga 9,52%.

Anggota parlemen partai berkuasa Korea Selatan, Kim Yong-bae, menyoroti nasib industri semikonduktor nasional. Pelaku industri cip sangat khawatir konflik Iran akan memicu lonjakan biaya dan harga energi.

“Produksi semikonduktor dapat terganggu jika bahan-bahan seperti helium tidak dapat diperoleh dari Timur Tengah,” ujar Kim kepada Reuters.

Bursa Jepang ikut babak belur pada perdagangan hari ini. Indeks Nikkei 225 anjlok 5,2% dan berakhir di posisi 52.728,72. Angka ini jatuh di bawah level 53.000 untuk pertama kalinya sejak 6 Februari lalu. Indeks Topix juga turun 3,8% menjadi 3.575,84.

Saham Softbank Group Corp masuk dalam daftar pencetak kerugian terbesar. Saham perusahaan investasi raksasa ini jatuh 9,81%. Saham terkait cip seperti Advantest dan Lasertec juga masing-masing anjlok lebih dari 11% dan 8%.

Pasar saham China mencatatkan tingkat kerugian yang lebih kecil. Indeks CSI 300 di China daratan turun 0,97% ke level 4.615,46. Indeks Shanghai melemah 0,67% ke posisi 4.096,60. Indeks Hang Seng di Hong Kong juga susut 1,35% menjadi 25.408,46 menjelang akhir perdagangan.

Bursa Australia perlahan bangkit usai jatuh dalam pada sesi awal perdagangan. Indeks S&P/ASX 200 berhasil memangkas kerugiannya. Indeks ini ditutup turun 2,85% ke level 8.599.

Presiden AS Donald Trump menanggapi lonjakan harga minyak melalui akun Truth Social miliknya. Ia menilai kenaikan harga minyak jangka pendek adalah harga sangat kecil untuk dibayar demi menghancurkan ancaman nuklir Iran.

“Hanya orang bodoh yang berpikir berbeda!” tegas Trump.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Berbalik Arah, Indeks Dow Jones Melompat 200 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Perang Timur Tengah Kerek Harga Minyak, Bursa Saham Eropa Kompak Merah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...

Wall Street Terpuruk, Indeks Dow Jones Anjlok 450 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru