STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) berhasil membukukan laba Rp1,81 miliar (Rp0,16 per saham) pada 2025. Pada periode yang sama 2024, perusahaan sekuritas ini merugi Rp13,79 miliar.
Pencapaian laba PADI tersebut, menurut laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang diumumkan Selasa 10 Maret 2026, ditopang oleh pendapatan bersih yang meroket 3.785% menjadi Rp61,74 miliar, dari Rp1,58 miliar pada 2024.
Pendapatan PADI tahun 2025 didominasi oleh kegiatan perantara perdagangan efek yakni Rp60,23 miliar, atau sekitar 97,55% dari total pendapatan Perseroan.
Lonjakan pendapatan disertai membengkaknya beban usaha Perseroan sebesar 271,33%, dari Rp16,31 miliar pada 2024, menjadi Rp60,56 miliar pada tahun 2025. Beban terbesar dari pencadangan (pemulihan) penurunan nilai portofolio efek yang mencapai Rp40,26 miliar.
Namun, perusahaan sekuritas tersebut mampu mencatatkan laba usaha sebesar Rp1,18 miliar pada tahun 2025. Di periode yang sama tahun 2024, PADI masih menderita rugi usaha sebesar Rp14,72 miliar.
PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) adalah perusahaan sekuritas yang didirikan pada tanggal 28 Mei 1998 dengan nama PT Batavia Artatama Securindo. Perusahaan ini berganti nama dua kali, pada tahun 2004 dan 2017.
Perusahaan ini menyediakan layanan perantara untuk efek ekuitas dan pendapatan tetap, serta layanan penjaminan emisi baik saham maupun obligasi. Perusahaan meluncurkan aplikasi ‘Master-Online’ untuk Android dan iOs. (konrad)
