STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pendapatan bersih PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) pada tahun 2025 mencapai Rp407,56 miliar, melonjak sekitar 63,62% dibanding Rp249,09 miliar pada tahun 2024.
Pendapatan RMKO sepanjang tahun 2025 didominasi oleh lini bisnis jasa konstruksi yakni sebesar Rp157,88 miliar, meroket 607% dari Rp22,34 miliar pada 2024. Adapun jasa penambangan dan jasa sewa alat berat, masing-masing menyumbang pendapatan Rp126,19 miliar dan Rp123,48 miliar.
Kendati pendapatan naik, menurut laporan keuangan per Desember 2025 yang diumumkan Selasa, 10 Maret 2026, RMKO masih menderita rugi bersih sebesar Rp49,39 miliar pada 2025, membengkak 164,54% dari rugi Rp18,67 miliar pada tahun 2024.
Kerugian RMKO tersebut disebabkan antara lain oleh kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 85,72%, dari Rp235,27 miliar, menjadi Rp436,95 miliar pada 2025. Akibatnya, RMKO menderita rugi kotor sebesar Rp29,38 miliar pada 2025. Pada tahun sebelumnya, Perseroan membukukan laba kotor Rp13,81 miliar.
Selain itu, beban usaha RMKO juga tercatat ikut meningkat sebesar 49,48% menjadi Rp24,78 miliar pada 2025, dari tahun 2024 sebesar Rp16,58 miliar. Rugi usaha RMKO membengkak hingga 1.859,64% menjadi Rp54,17 miliar pada 2025, dibanding sebelumnya hanya Rp2,76 miliar.
Sekedar informasi, PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) merupakan perusahaan yang didirikan pada tahun 2017 sebagai PT Rantai Mulia Kontraktorindo. Perusahaan lalu berganti nama pada tahun 2022 dan kini bergerak di bidang jasa penunjang pertambangan dan jasa persewaan alat berat.
Perusahaan tersebut memiliki enam unit bisnis: penyiapan infrastruktur pertambangan, penambangan batu bara, persiapan dan pembangunan jalan angkut, jasa angkut batu bara, emplasemen, dan penyewaan alat berat. (konrad)
