STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp99,68 miliar pada 2025. Pada periode yang sama tahun 2024, Perseroan menderita kerugian bersih sebesar Rp366,36 miliar.
Pencapaian laba tersebut, menurut laporan keuangan Desember 2025 yang diumumkan Rabu, 11 Maret 2026 ditopang oleh pendapatan bunga bersih SUPA melonjak 159,74% menjadi Rp1,57 triliun dari Rp606,84 miliar pada tahun 2024.
Selain itu, Perseroan juga mencatat pendapatan operasional sebesar Rp40,26 miliar pada 2025, meningkat 29,4% dari Rp31,12 miliar pada tahun 2024.
Beban operasional SUPA meningkat 43,15%, dari Rp1,02 triliun pada 2024, menjadi Rp1,47 triliun pada tahun 2025. Namun, SUPA mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp143,27 miliar pada 2025, dari periode sama sebelumnya rugi sebelum pajak sebesar Rp391,19 miliar.
Total kredit yang disalurkan SUPA sepanjang tahun 2025 sebesar Rp9,6 triliun, tumbuh 49,66% dibanding Rp6,4 triliun pada 2024. Adapun dana pihak ketiga yang dihimpun Perseroan juga melonjak 139,27% menjadi Rp11,82 triliun pada 2025, dari Rp4,94 triliun pada tahun 2024.
Total aset SUPA per Desember 2025 sebesar Rp21,28 triliun, melejit 86,76% dari Rp11,39 triliun per Desember 2024. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan, masing-masing sebesar Rp13,11 triliun dan Rp8,16 triliun. (konrad)
