spot_img

Futures Saham AS Turun Tipis, Investor Soroti Valuasi Saham Chip dan Konflik Timur Tengah

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) saham Amerika Serikat (AS) sedikit menurun pada Senin (8/6/2026) malam waktu setempat atau Selasa pagi (9/6/2026) WIB. Padahal, kenaikan saham perusahaan chip sempat mendorong indeks S&P 500 ke zona hijau pada perdagangan reguler.

Mengutip CNBC International, kontrak berjangka S&P 500 turun 0,3%. Nasdaq 100 futures juga melemah 0,4%. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average futures merosot 84 poin atau 0,2%.

Pada perdagangan sebelumnya, saham sektor teknologi memimpin penguatan. Indeks S&P 500 naik 0,3% dan Nasdaq Composite melonjak 0,86%. Namun, indeks Dow Jones justru turun 80,77 poin atau 0,16%.

Meskipun tren kecerdasan buatan (AI) sedang naik daun, Brian Kersmanc, Portfolio Manager di GQG Partners, merasa ragu. Brian mempertanyakan berapa lama tren ini bisa bertahan.

“Masalahnya dalam jangka panjang adalah keberlanjutan. Jadi, seberapa jauh ini bisa bertahan dalam jangka panjang?” kata Brian.

Menurut Brian, saham-saham chip sebenarnya adalah komoditas. Harga chip bisa melonjak sangat tinggi dalam waktu singkat, mirip dengan kenaikan harga minyak yang drastis.

“Pada akhirnya, banyak dari nama-nama chip ini adalah komoditas,” tambah Brian.

Kondisi pasar juga dipengaruhi oleh situasi politik dunia. Hubungan Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah adanya laporan serangan rudal. Israel kemudian membalas dengan serangan besar-besaran ke sistem pertahanan strategis pada Senin.

Namun, Presiden Donald Trump memberikan pernyataan berbeda melalui akun Truth Social miliknya. Trump menyebut Israel dan Iran sebenarnya ingin segera melakukan gencatan senjata.

Pihak Kementerian Luar Negeri Teheran menyatakan militer Iran sudah menghentikan serangan. Namun, permusuhan bisa berlanjut jika Israel terus menyerang wilayah Lebanon.

Kini para investor sedang menunggu laporan keuangan terbaru dari beberapa perusahaan besar. Perusahaan tersebut antara lain United Natural Foods, J.M. Smucker, Designer Brands, dan Lands’ End.

Selain itu, pasar akan memantau data ekonomi penting lainnya. Data tersebut meliputi stok grosir bulan April serta data penjualan rumah dan indeks bisnis kecil untuk bulan Mei.

- Advertisement -

Artikel Terkait

AS-Iran Kembali Saling Serang, Aktivitas Kapal di Selat Hormuz Merosot Tajam

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali...

Wall Street Menguat, Saham Semikonduktor Melonjak di Tengah Ketegangan AS-Iran

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Saham Eropa Menguat, Sektor Sumber Daya Dasar Meroket 3,2%

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru