spot_img

OpenAI Siap Melantai di Bursa Saham, Bakal Jadi IPO Terbesar dalam Sejarah?

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – OpenAI diam-diam mendaftarkan diri untuk melakukan penawaran umum perdana atau IPO. Perusahaan pembuat ChatGPT ini sudah menyerahkan dokumen ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).

Mengutip CNBC International, langkah ini menyusul jejak Anthropic yang melakukan hal serupa minggu lalu. Perusahaan milik Elon Musk, SpaceX, juga segera mulai diperdagangkan di pasar publik.

Nilai OpenAI saat ini menembus USD 850 miliar. Perusahaan menargetkan bisa melantai di bursa saham paling cepat pada kuartal keempat tahun ini.

Dokumen pendaftaran rahasia ini memungkinkan perusahaan menyerahkan laporan keuangan ke pengawas. Data tersebut akan diperiksa sebelum dibuka untuk masyarakat umum dan calon investor.

CFO OpenAI, Sarah Friar, menjelaskan langkah besar ini. Sarah menyebut sebuah bisnis sebesar OpenAI perlu bertindak layaknya perusahaan publik. “Sangat baik untuk menjaga kesehatan perusahaan sebesar OpenAI agar terlihat, terasa, dan bertindak seperti perusahaan publik,” kata Sarah.

OpenAI mengakui pengajuan dokumen ini melalui sebuah pengumuman pada Senin (8/6/2026) waktu setempat. Perusahaan memperkirakan informasi ini akan bocor ke publik. “Kami baru saja menyerahkan S-1 rahasia. Kami memperkirakan ini akan bocor, jadi kami mengumumkannya saja,” tulis pihak OpenAI.

Perusahaan belum memutuskan waktu yang tepat untuk memulai IPO. Mereka merasa ada beberapa hal yang lebih mudah dilakukan saat masih menjadi perusahaan tertutup. Namun, pilihan ini memberikan peluang untuk melantai di bursa lebih cepat jika itu menjadi pilihan terbaik.

OpenAI juga berencana memberikan kesempatan bagi para karyawannya untuk menjual saham. Harga saham tersebut merujuk pada nilai perusahaan terakhir sebesar Rp USD 852 miliar.

Bank besar seperti Goldman Sachs dan Morgan Stanley ikut membantu proses pendaftaran ini. Kedua bank ini juga memimpin pendaftaran saham SpaceX.

ChatGPT kini sangat populer dan punya lebih dari 900 juta pengguna aktif setiap minggu. Namun, OpenAI menghadapi persaingan ketat dari Google, Anthropic, dan SpaceX.

Anthropic baru saja mengumumkan pendaftaran IPO rahasia seminggu lalu. Nilai perusahaan tersebut mencapai USD 965 miliar. Angka ini melampaui OpenAI yang bernilai USD 852 miliar pada akhir Maret lalu.

CEO OpenAI, Sam Altman, kini harus berjuang meyakinkan para investor. Perusahaan telah mengumpulkan dana lebih dari USD 180 miliar. OpenAI masih mengeluarkan banyak uang untuk membangun infrastruktur teknologi AI.

Sam memperkenalkan rencana baru yang disebut sebagai fase ketiga OpenAI. Fase pertama adalah penelitian, sedangkan fase kedua adalah pembuatan produk.

“Sekarang kita memasuki fase ketiga. Ekonomi mulai berubah karena AI,” kata Sam.

Sam ingin membuat teknologi AI canggih tersedia bagi setiap orang. AI harus menjadi murah, aman, dan mudah digunakan oleh semua orang serta organisasi.

OpenAI mulai disiplin dengan menutup beberapa proyek sampingan. Salah satunya adalah aplikasi video pendek bernama Sora. Perusahaan kini fokus pada bisnis skala besar dan alat bantu pemrograman bernama Codex.

Rencana IPO SpaceX dan OpenAI ini muncul setelah perselisihan hukum berakhir. Elon dan Sam sempat bersitegang di pengadilan selama tiga minggu.

Juri menolak tuntutan Elon terhadap OpenAI. Elon sebelumnya menuduh OpenAI melanggar janji untuk tetap menjadi organisasi nirlaba. Hakim akhirnya mengambil keputusan sesuai dengan vonis juri tersebut.

Melalui akun X miliknya, Elon memberikan tanggapan. Elon merasa hakim dan juri tidak benar-benar memutuskan inti kasus tersebut. Menurutnya, keputusan diambil hanya karena masalah teknis waktu pelaporan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Futures Saham AS Turun Tipis, Investor Soroti Valuasi Saham Chip dan Konflik Timur Tengah

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) saham Amerika...

Saham Chip Bangkit, Indeks S&P 500 dan Nasdaq Parkir di Zona Hijau

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall...

Incar Cuan di Tengah Gejolak Global? Ini 3 Saham Dividen Rekomendasi Analis Wall Street

STOCKWATCH.ID (NEW YORK)– Pasar saham global masih bergerak naik...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru