STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kinerja keuangan PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) belum juga pulih hingga 31 Mei 2026. Bahkan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas intuk meningkat 10,4% menjadi Rp2,45 miliar (Rp0,44 per saham) per 31 Mei 2026, dari sebesar Rp2,22 miliar (Rp0,40 per saham) per 31 Mei 2025.
Dalam laporan keuangan MKNT per 31 Mei 2026, Selasa (09/6/2026), terungkap, peningkatan rugi ini disebabkan oleh lonjakan beban penjualan dan pemasaran sebesar 1.500%, yaitu dari Rp156,01 juta menjadi Rp2,496 miliar per 31 Mei 2026.
Di tengah peningkatan rugi bersih tersebut, penjualan bersih MKNT mengalami penurunan sekitar 40% dari Rp945,23 juta per 31 Mei 2025 menjadi Rp568,14 juta per 31 Mei 2026. Beban pokok penjualan dapat dipangkas 78,5% menjadi Rp518,64 juta dari sebelumnya Rp2,413 miliar, sehingga Perseroan mencatat laba bruto sebesar Rp49,49 juta per 31 Mei 2026. Padahal di diperiode yang sama tahun 2025, Perseroan masih mencatat rugi bruto sebesar Rp1,467 miliar.
Sementara itu, total aset MKNT meningkat 72,64% dari Rp826,09 miliar per 31 Desember 2025 menjadi Rp1,426 triliun per 31 Mei 2026. Total liabilitas MKNT naik 72,39% dari Rp833,44 miliar menjadi Rp1,436 triliun per 31 Mei 2026. Sayangnya, MKNT mengalami defisiensi ekuitas sebesar Rp9,74 miliar per 31 Mei 2026, naik 32,52% dari Rp7,35 miliar per 31 Desember 2025.
Sebagai catatan, MKNT didirikan pada tanggal 14 Juli 2008 guna mengakomodasi kebutuhan telekomunikasi. Tiga bisnis utama MKNT adalah perangkat keras telekomunikasi (smartphone, tablet), voucher prabayar, dan jaringan melalui anak perusahaannya. Perusahaan mempunyai tiga anak perusahaan yaitu PT Mitra Sarana Berkat, PT Mitra Telindo Nusantara, dan PT Kioson Komersial Indonesia.

