STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) membukukan laba bersih Rp131,74 miliar (Rp7,15 per saham) pada 2025, tumbuh 11,78% jika dibandingkan Rp117,85 miliar (Rp7,44 per saham) pada tahun 2024.
Berdasarkan laporan keuangan Desember 2025 yang dipublikasikan, Rabu 11 Maret 2026, pendapatan bunga BVIC mencapai Rp2,3 triliun pada 2025, naik sebesar 10,88% dari Rp2,07 triliun pada tahun 2024.
Di sisi lain, beban bunga BVIC juga mengalami peningkatan cukup signifikan sebesar 14,13%, dari Rp1,52 triliun pada 2024 menjadi Rp1,74 triliun pada 2025.
Dengan kondisi tersebut, pendapatan bunga bersih BVIC tercatat sebesar Rp558,71 miliar pada 2025, naik tipis 1,84% dari Rp548,6 miliar pada 2024.
Perseroan mencatat pendapatan operasional lainnya sebesar Rp533,27 miliar pada 2025, meningkat 45,8% dari Rp365,73 miliar pada 2024. Di saat yang sama, beban operasional lainnya juga membengkak 40%, dari Rp621,36 miliar pada 2024, menjadi Rp870,02 miliar pada tahun 2025.
Hal ini mengakibatkan laba operasional BVIC turun sebesar 24,23% menjadi Rp221,96 miliar pada 2025 dibandingkan Rp292,97 miliar pada tahun 2024.
Dari sisi intermediasi, BVIC berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp22,38 triliun sepanjang tahun 2025, naik 8,85% dari Rp20,55 triliun pada 2024. Sementara dari sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun BVIC sebesar Rp24,29 triliun pada 2025, meningkat 4,12% dibanding Rp23,33 triliun pada 2024.
Total asset BVIC per 31 Desember 2025 sebesar Rp36,20 triliun, naik 16,6% dari Rp31,04 triliun per Desember 2024. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas BVIC pada 2025, masing-masing sebesar Rp31,83 triliun dan Rp4,36 triliun. (konrad)
