STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) memperoleh kontrak konstruksi dari PT Baja Jaya Lestari (BJL) untuk proyek Batching Plant di Kawasan Industri Pulau OBI senilai CNY18.685.127 atau stara dengan Rp46,78 miliar.
Demikian disampaikan oleh Muhammad Fikri Adzkiya, Sekretaris Perusahaan KOKA dalam laporan keterbukaan informasi ke BEI, Senin 20 April 2026.
Menurut Fikri, kontrak yang ditandatangani KOKA dan BJL pada 20 April 2026 tersebut untuk jangka waktu pekerjaan selama 119 hari kalender. Kontrak tersebut sehubungan dengan pekerjaan material dan pekerjaan konstruksi di Kawasan Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.
“Perolehan kontrak dari Baja Jaya Lestari (BJL) akan berdampak positif terhadap keuangan Perseroan karena akan meningkatkan pendapatan dan menjaga kelangsungan usaha Perseroan,” tulis Fikri dalam laporannya. Dia menambahkan PT Baja Jaya Lestari (BJL) tidak terafiliasi dengan Perseroan (KOKA).
Seperti diketahui, Koka Indonesia (KOKA) mencatat kerugian bersih sebesar Rp26,20 miliar pada 2025. Pada periode sama tahun 2024, Perseroan meraih laba Rp8,50 miliar. Penjualan bersih KOKA anjlok sebesar 43,95% menjadi Rp37,49 miliar pada 2025, dari Rp66,73 miliar pada tahun 2024.
Per Desember 2025, KOKA memiliki total aset sebesar Rp184,25 miliar, turun 15,45% dari Rp217,94 miliar per 31 Desember 2024. Adapun jumlah liabilitas KOKA turun menjadi Rp30,45 miliar per 31 Desember 2025 dari Rp38,04 miliar.
PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) merupakan perusahaan konstruksi berat dan teknik sipil yang berbasis di Jakarta. Perusahaan tersebut didirikan pada tahun 2011.
KOKA bergerak dalam bidang kontraktor umum untuk proyek konstruksi, teknik mesin, teknik geoteknik, desain interior, furniture, dan lain-lain, khususnya pada konstruksi bangunan, pabrik, jembatan, dan terowongan. Saat ini, Perusahaan tersebut telah menyelesaikan lebih dari 100 proyek di seluruh Indonesia. (konrad)
