spot_img

Resmi Diakuisisi, MMLP Kebut Sinergi dan Integrasi dengan Ekosistem Grup Astra Property

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) memacu integrasi strategis dengan ekosistem Grup Astra Property. Langkah ini dilakukan usai penyelesaian pengambilalihan perusahaan oleh PT Saka Industrial Arjaya (SIA) dan pelaksanaan Mandatory Tender Offer (MTO).

Dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen MMLP menjelaskan rencana bisnis lima tahun ke depan. Perseroan akan fokus memperluas basis konsumen. Pemanfaatan jaringan Grup Astra menjadi kunci untuk meningkatkan tingkat okupansi.

“Perseroan akan berfokus pada integrasi strategis dengan ekosistem Grup Astra Property melalui perluasan basis konsumen dan pemanfaatan jaringan Grup Astra,” tulis Jeremy Muliawan, Sekretaris Perusahaan MMLP dalam penjelasannya, dikutip Jumat (24/4/2026).

Jeremy menambahkan, sinergi ini juga menyasar sisi efisiensi biaya. Hal tersebut dicapai melalui pengadaan aset bersama. Beberapa fungsi operasional di dalam Grup Astra Property juga akan disentralisasi.

Saat ini, MMLP mengelola 13 gudang. Perseroan tetap membidik konsumen di industri 3PLs, e-commerce, dan FMCG. Namun, jangkauan pasar kini diperluas ke sektor manufaktur, otomotif, dan farmasi.

MMLP juga memiliki aset lahan (landbank) yang cukup luas. Total lahan yang dikelola mencapai lebih dari 500.000 m2 di berbagai lokasi strategis. Pengembangan lahan ini akan menggunakan skema built-to-suit dan gudang multi-tenant.

“Arah pengembangan aset ini akan difokuskan pada penyediaan infrastruktur logistik yang adaptif untuk memenuhi spesifikasi khusus pelanggan jangka panjang,” lanjut Jeremy.

Berdasarkan data perusahaan, tingkat okupansi gudang MMLP menunjukkan angka yang kuat. Pada 2025, tingkat okupansi mencapai 96,2%. Angka ini meningkat dibandingkan posisi 2024 sebesar 86,4%, tahun 2023 sebesar 89,4%, dan 2022 sebesar 89,0%.

Untuk menjaga tren positif tersebut, MMLP menerapkan strategi optimalisasi layanan. Fokus utama perseroan adalah efisiensi operasional dan standar layanan pergudangan modern. Hal ini bertujuan menjaga retensi pelanggan dan membangun reputasi jangka panjang.

Sebelumnya, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 BEI, Adi Pratomo Aryanto, meminta penjelasan terkait rencana bisnis pasca-MTO. Otoritas bursa juga menyoroti potensi sinergi operasional antara portofolio MMLP dengan Grup Astra Property. MMLP memastikan seluruh informasi material yang memengaruhi harga saham telah disampaikan kepada publik sesuai regulasi pasar modal.

- Advertisement -

Artikel Terkait

PTRO dan Tiga Investor Borong Saham SINI Rp2,08 Triliun, Harganya Jauh di Bawah Pasar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Petrosea Tbk (PTRO) bersama tiga entitas...

IHSG Sepekan Naik ke Level 6.196, Kapitalisasi Pasar BEI Menguat ke Rp10.870 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Perdagangan saham di PT Bursa Efek...

Top Losers Sepekan 20-24 Juli 2026: PRDL Ambles 30,73%, JELI dan FILM Ikut Tertekan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Lima saham mencatatkan pelemahan paling dalam...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru