STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Petrosea Tbk (PTRO) bersama tiga entitas lainnya melakukan aksi borong saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI). Total nilai transaksi dari keempat investor ini mencapai Rp2,08 triliun.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), transaksi jumbo ini berlangsung pada 23 Juli 2026. Keempat investor tersebut membeli saham SINI di harga Rp5.000 per lembar.
Petrosea menjadi pembeli dengan porsi terbesar. Perusahaan ini menyerok 237.893.000 saham SINI. Nilai investasi yang dikucurkan mencapai Rp1,18 triliun.
Aksi ini membuat kepemilikan Petrosea di SINI melonjak drastis. Sebelumnya, mereka hanya memiliki 1.212.000 saham atau 0,25%. Kini, Petrosea menggenggam 239.105.000 saham atau setara 19,88%. Meski memiliki porsi besar, Petrosea menyatakan statusnya bukan sebagai pengendali.
Investor kedua adalah Autum Prima Indonesia. Perusahaan ini membeli 60.000.000 saham SINI dengan nilai transaksi Rp300 miliar. Kepemilikan Autum meningkat dari 144.300.000 saham (30%) menjadi 204.300.000 saham (16,99%). Autum menegaskan posisinya sebagai pemegang saham pengendali.
Selanjutnya, Ever Grace International Trading Limited turut memborong 90.000.000 saham SINI. Investor asing ini merogoh kocek hingga Rp450 miliar. Transaksi ini membuat Ever Grace kini menguasai 7,48% saham SINI dari sebelumnya nol. Entitas ini juga berstatus sebagai pengendali.
Terakhir, PT Deli Indonesia Raya ikut masuk dengan membeli 30.000.000 saham SINI senilai Rp150 miliar. Kini, Deli Indonesia memiliki 2,49% saham SINI. Sama seperti dua nama sebelumnya, perusahaan ini juga mencantumkan status sebagai pemegang saham pengendali.
Jika ditotal, volume saham yang dibeli keempat investor ini mencapai 417.893.000 lembar. Secara keseluruhan, aliran dana yang masuk ke saham SINI menembus angka Rp2.089.465.000.000 atau Rp2,08 triliun.
Menariknya, harga pelaksanaan transaksi ini berada jauh di bawah harga pasar. Merujuk data Price Diary SINI, pada hari transaksi 23 Juli 2026, harga saham SINI ditutup di level Rp6.800 per lembar.
Artinya, para investor ini membeli di harga Rp5.000, atau mendapatkan diskon sekitar 26,4% dari harga penutupan pasar. Sepanjang hari itu, saham SINI tercatat menguat 9,68% dengan nilai transaksi harian mencapai Rp35,54 miliar.
Dalam laporannya, para investor menyebutkan tujuan dari transaksi ini adalah untuk investasi. “Pemberi Kuasa dan Penerima Kuasa bertanggung jawab penuh terhadap seluruh akibat hukum yang timbul dan menjamin kebenaran atas seluruh data, informasi, keterangan dan/atau dokumen yang dilaporkan,” tulis laporan tersebut.

