spot_img

Alphabet Guyur USD 15 Miliar untuk AI, Bursa Asia Menghijau Meski Terganjal Harga Minyak

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas ditutup menguat pada perdagangan Kamis (23/7/2026).  Sentimen positif datang setelah induk Google, Alphabet, menaikkan proyeksi belanja modal (capital expenditure) tahunannya.  Langkah ini memperkuat optimisme pasar terhadap berlanjutnya siklus investasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Mengutip Investing, kenaikan bursa Asia sempat tertahan akibat lonjakan harga minyak dunia yang telah naik selama lima sesi berturut-turut hingga menyentuh level tertinggi dalam enam pekan.  Kenaikan dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah kelompok Houthi di Yaman mengklaim menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.

Bursa Korea Selatan mencatatkan penguatan terbesar di kawasan. Indeks KOSPI melonjak 4,40% ke level 7.096,89.  Kenaikan didorong saham produsen chip memori SK Hynix dan Samsung Electronics yang menguat seiring ekspektasi meningkatnya permintaan memori berkecepatan tinggi dan server AI setelah Alphabet menambah belanja modal sebesar USD15 miliar.

Data ekonomi Korea Selatan juga memberi dukungan.  Produk domestik bruto (PDB) negara itu tumbuh 3,7% secara tahunan pada kuartal II-2026. Angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 3,5%, terutama ditopang kuatnya ekspor semikonduktor.

Bursa Jepang ikut bergerak positif. Indeks Nikkei 225 ditutup naik 0,46% ke level 66.422,60. Sementara indeks Topix menguat 0,51%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng melonjak 1,28% menjadi 25.210,81. Bursa China juga menguat. Indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing naik sekitar 0,2%.

Bursa Australia menutup perdagangan dengan kenaikan terbatas.  Indeks S&P/ASX 200 bertambah 0,18% ke posisi 8.839,00.  Penguatan terjadi setelah data menunjukkan lapangan kerja Australia bertambah 76.300 pada Juni, jauh melampaui perkiraan 16.400 pekerjaan.  Tingkat pengangguran tetap bertahan di 4,4%.

Data tersebut meningkatkan ekspektasi pasar jika Reserve Bank of Australia (RBA) berpotensi menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun. Pelaku pasar kini menantikan rilis inflasi kuartalan pekan depan yang akan menjadi pertimbangan dalam rapat kebijakan RBA pada 11 Agustus mendatang.

Tidak semua bursa bergerak positif. Indeks Straits Times Singapura turun 0,24%, sedangkan indeks Nifty 50 India melemah 0,53%.

Di sisi lain, lonjakan harga minyak memicu kembali kekhawatiran terhadap inflasi global. Kondisi tersebut membuat investor mencermati kembali prospek suku bunga, meski saham-saham teknologi tetap mendapat dukungan dari optimisme investasi AI.

Perhatian pelaku pasar selanjutnya tertuju pada laporan keuangan emiten-emiten Amerika Serikat serta perkembangan situasi di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga minyak dan arah inflasi global.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Anjlok Terseret Ketegangan Timur Tengah dan Aksi Jual Saham Teknologi

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat (AS)...

Bursa Saham Eropa Catat Penurunan Terdalam Dua Pekan, Ini Penyebabnya

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...

Wall Street Lanjutkan Tren Penurunan Jelang Banjir Laporan Keuangan

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru