Laba Bank Banten Tumbuh 25,58% di Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk (BEKS) mencatatkan kinerja positif pada awal tahun 2026. Bank milik Pemerintah Provinsi Banten ini meraih laba bersih sebesar Rp4,35 miliar pada kuartal I 2026. Perolehan ini tumbuh 25,58% dibandingkan laba periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp3,46 miliar.

Laporan keuangan BEKS per Maret 2026 mencatat pendapatan bunga bersih mencapai Rp57,62 miliar. Angka ini meningkat 22,34% dari Rp47,10 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh total pendapatan operasional yang terkumpul sebanyak Rp77,51 miliar.

Direktur Utama BEKS, Muhammad Busthami, menegaskan komitmen manajemen terhadap transparansi keuangan. “Semua informasi dalam laporan keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda), Tbk telah dimuat secara lengkap dan benar,” tulisnya dalam keterbukaan informasi, dikutip Minggu (26/4/2026).

Meskipun pendapatan naik, beban operasional lainnya juga mengalami peningkatan. Total beban operasional per Maret 2026 tercatat sebesar Rp70,30 miliar. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan posisi Maret 2025 yang sebesar Rp54,33 miliar. Beban ini terutama berasal dari biaya umum dan administrasi serta tenaga kerja.

Dari sisi neraca keuangan, kekuatan keuangan Bank Banten tetap terjaga. Total aset BEKS mencapai Rp10,11 triliun per 31 Maret 2026. Angka ini meningkat tipis 1,1% dari posisi Desember 2025 sebesar Rp10,00 triliun. Pertumbuhan aset ini didukung oleh penyaluran kredit yang mencapai Rp5,38 triliun secara neto.

BEKS juga mencatatkan total liabilitas sebesar Rp8,21 triliun pada kuartal I 2026. Sementara itu, total ekuitas perusahaan berada di posisi Rp1,90 triliun. Dana setoran modal tercatat sebesar Rp139,57 miliar.

Bank Banten menunjukkan perbaikan pada kualitas asetnya. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross tercatat sebesar 4,50% pada Maret 2026. Rasio ini membaik dibandingkan posisi Maret 2025 sebesar 4,67%. Adapun NPL net berada di level 1,91%.

Ketahanan permodalan bank juga tergolong sangat kuat. Rasio Kecukupan Modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) BEKS mencapai 36,20% per Maret 2026. Posisi ini jauh melampaui ambang batas minimal yang ditetapkan regulator.

Ke depan, manajemen BEKS telah menetapkan rencana bisnis yang fokus pada keberlanjutan. Strategi utama meliputi optimalisasi Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dan peningkatan dana murah (CASA). Selain itu, Bank akan fokus pada pemulihan kredit yang telah dihapusbukukan secara berkelanjutan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bank Jago Bukukan Laba Bersih Rp86 Miliar di Kuartal I-2026, Tumbuh 42%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Jago Tbk (ARTO) berhasil...

Laba Bersih Mark Dynamics (MARK) Melejit 19,16% pada Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK)...

Rugi Bersih BBSS Menyusut 4,21% pada Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru