STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Jumat sore (24/4/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (25/4/2026) WIB. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite sukses mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Investor menyambut positif harapan dimulainya kembali pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Mengutip CNBC International, indeks S&P 500 (SPX) di Bursa Efek New York menguat 0,8% dan berakhir di posisi 7.165,08. Indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi melonjak 1,63% menjadi 24.836,60. Namun, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) justru turun 79,61 poin atau 0,16% ke level 49.230,71.
Lonjakan indeks Nasdaq dan S&P 500 didorong oleh performa fantastis saham Intel. Harga saham raksasa chip ini meroket 23,6% dalam satu hari. Ini merupakan kenaikan harian terbaik Intel sejak Oktober 1987. Intel melaporkan laba kuartal pertama yang melampaui ekspektasi analis serta memberikan proyeksi bisnis yang optimis.
Sektor semikonduktor secara keseluruhan juga ikut bergairah sepanjang pekan ini. iShares Semiconductor ETF (SOXX) mencatatkan kenaikan sesi positif selama 18 hari berturut-turut. Dana kelolaan ini menutup pekan dengan penguatan sebesar 11%.
Sentimen pasar membaik setelah adanya laporan dari MS NOW terkait situasi geopolitik. Menteri Luar Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, diperkirakan tiba di Islamabad pada Jumat malam. Ia akan berdiskusi dengan mediator Pakistan mengenai kemungkinan putaran kedua negosiasi dengan pihak AS.
Kabar ini langsung berdampak pada pasar energi. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 1,51% dan menetap di atas USD 94 per barel. Sementara itu, minyak Brent ditutup sedikit lebih tinggi di level di atas USD 105 per barel.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan perpanjangan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon selama tiga minggu. Trump menyampaikan hal ini setelah mengadakan pertemuan dengan pejabat tinggi AS di Gedung Putih. Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menyebut pertemuan tersebut berjalan sangat baik.
Robert Conzo, Chief Executive Officer (CEO) The Wealth Alliance, memberikan analisanya terkait kondisi pasar. Ia menilai investor mulai fokus pada kekuatan ekonomi AS di tengah konflik Timur Tengah.
“Apa yang pada dasarnya dilakukan adalah mengatakan, ‘Oke, ini adalah hal-hal yang lebih bersifat jangka pendek atau mungkin hanya sekadar pembicaraan daripada apa yang sebenarnya terjadi, dan kita akan menyisihkannya, kembali ke fundamental,'” ujar Conzo kepada CNBC.
Conzo menambahkan, pasar menunjukkan ketangguhan meski ada guncangan pasokan minyak dan ancaman perang. Dimulainya musim laporan keuangan yang kuat menjadi salah satu pendorong kepercayaan diri para pelaku pasar.
“[Investor] merasa senang dengan fundamental tersebut, khususnya di Amerika Serikat, dan itulah yang benar-benar membuat pasar bergerak lebih tinggi,” tambah Conzo.
Meskipun mencetak rekor pada akhir pekan, performa mingguan tiga indeks utama Wall Street cenderung beragam. Indeks S&P 500 mencatatkan kenaikan sekitar 0,6% sepanjang minggu ini. Nasdaq juga menguat 1,5%, namun Dow Jones mencatatkan penurunan mingguan sebesar 0,4%.
