Ketegangan Iran Memanas: Futures Wall Street Tertekan

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) saham Amerika Serikat (AS) merosot pada perdagangan Minggu malam (26/4/2026) atau Senin pagi (27/4/2026) WIB. Kondisi ini dipicu oleh buntunya pembicaraan damai dengan Iran. Selain itu, eskalasi baru di Selat Hormuz mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Ketegangan geopolitik kini menjadi pusat perhatian pasar menjelang pekan yang krusial. Futures Dow Jones Industrial Average turun 0,2% atau terpangkas 130 poin. Futures S&P 500 melemah 0,3%. Sementara itu, futures Nasdaq 100 juga terkoreksi 0,3%.

Presiden Donald Trump membatalkan rencana pengiriman utusan khusus AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan. Semula, mereka akan melakukan pembicaraan gencatan senjata terkait Iran. Trump menyebut negosiasi tersebut dapat dilakukan melalui telepon saja.

“Terlalu banyak waktu terbuang untuk bepergian, terlalu banyak pekerjaan! Jika mereka ingin bicara, yang harus mereka lakukan hanyalah menelepon!!!” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social.

Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei menyatakan tidak ada pertemuan yang direncanakan antara Teheran dan Washington saat ini. Situasi semakin panas setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran menaiki dua kapal kontainer di Selat Hormuz. Jalur tersebut merupakan urat nadi utama bagi aliran minyak mentah dunia.

Kondisi tersebut memicu kenaikan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) sebesar 2%. Saat ini harganya berada di atas level USD 96 per barel. Adam  Crisafulli dari Vital Knowledge menilai dampak kejadian ini terhadap pasar masih terbatas.

“Meskipun ini merupakan hal negatif yang kecil, kami tetap berpendapat konflik tetap berada dalam jalur de-eskalasi,” ujar Adam Crisafulli.

Fokus investor pekan ini juga tertuju pada laporan keuangan perusahaan raksasa. Lima dari grup “Magnificent Seven” dijadwalkan merilis kinerja mereka pada akhir April. Pasar menaruh harapan tinggi pada pertumbuhan yang kuat dari perusahaan-perusahaan teknologi tersebut.

Selain itu, perhatian tertuju pada keputusan kebijakan Federal Reserve (The Fed) pada Rabu mendatang. Pertemuan ini kemungkinan menjadi momen terakhir Jerome Powell menjabat sebagai Ketua The Fed. Kevin Warsh diperkirakan akan menggantikan posisinya pada Mei mendatang.

Departemen Kehakiman (DOJ) telah menghentikan penyelidikan kriminal terhadap Jerome Powell pada Jumat lalu. Hal ini membuat Senator Thom Tillis mengakhiri penolakan terhadap konfirmasi Kevin Warsh.

Sebelumnya, indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite menutup pekan lalu pada rekor tertinggi baru. Keduanya terus melaju meski ada ketegangan di Timur Tengah. Sepanjang April, S&P 500 sudah melonjak lebih dari 9%. Indeks Nasdaq melesat lebih dari 15%. Sedangkan indeks blue-chip Dow Jones menguat lebih dari 6% selama bulan ini.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Gencatan Senjata Diperpanjang, Bursa Saham Asia-Pasifik Masih Bergerak Variatif

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak...

Wall Street Memerah, Saham Sektor Perangkat Lunak Tumbang

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

L’Oreal dan Nokia Terbang, Bursa Saham Eropa Parkir di Zona Hijau

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat tipis...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru