STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bukalapak.Com Tbk (BUKA) menderita kerugian bersih sebesar Rp425,78 miliar pada kuartal I 2026. Padahal, di periode yang sama tahun 2025, Perseroan membukukan laba sebesar Rp110,65 miliar.
Kerugian BUKA, menurut laporan keuangan per 31 Maret 2026 yang diumumkan Rabu, 29 Maret 2026, disebabkan antara lain oleh kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 66,49% jadi Rp2,21 triliun dari Rp1,32 triliun kuartal I 2025.
Selain itu, kerugian tersebut juga dipicu oleh rugi nilai investasi bersih Perseroan yang mencapai Rp587,39 miliar pada kuartal I 2026, membengkak 367,49%, dari Rp125,64 miliar pada periode sama 2025.
Pada saat yang sama, pendapatan keuangan dan pendapatan operasi lainnya BUKA juga turun, masing-masing sebesar 49,69% jadi Rp117,26 miliar dan 36,68% jadi Rp84,27 miliar pada kuartal I 2026.
Akumulasi berbagai beban di atas menyebabkan Perseroan menderita rugi sebelum pajak sebesar Rp412,57 miliar pada kuartal I 2026. Pada periode sama tahun 2025, BUKA mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp119,02 miliar.
Meski merugi, pendapatan BUKA tumbuh cukup signifikan sebesar 62,7% menjadi Rp2,36 triliun pada kuartal I 2026, dari Rp1,45 triliun di kuartal I 2025. Pendapatan BUKA pada Januari-Maret 2026 didominasi oleh Gaming yakni Rp2,09 triliun, atau sekitar 88,42% dari total pendapatan Perseroan.
Total aset BUKA per Maret 2026 sebesar Rp25,42 triliun, turun 2,3% dari Rp26,03 triliun per Desember 2026. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan per Maret 2026, masing-masing sebesar Rp657,89 miliar dan Rp24,77 triliun. (konrad)
