STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (IDClear) menyelenggarakan IDClear International Conference on Financial Market Infrastructures 2026 di The Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta pada 28 April 2026.
Mengusung tema “Strengthening and Deepening Financial Markets: The Strategic Role of Financial Market Infrastructures,” konferensi ini mempertemukan regulator, lembaga internasional, self-regulatory organizations, dan pelaku pasar keuangan yang membahas peran krusial infrastruktur pasar keuangan yang terus berkembang di tengah dinamika pasar global yang semakin kompleks.
Acara dibuka dengan welcoming speech dari Direktur Utama IDClear Iding Pardi dan keynote speech dari Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi.
Konferensi ini menghadirkan panelis dari OJK, Bank Indonesia, International Organization of Securities Commissions (IOSCO), European Securities and Markets Authority (ESMA), CCP Global, Japan Securities Clearing Corporation (JSCC), dan IDClear.
Para pembicara menyampaikan perspektif dan pengalaman sesuai peran masing-masing, termasuk tema-tema lintas yurisdiksi, mencakup penguatan kerangka regulasi, pengelolaan risiko, inovasi layanan kliring, hingga strategi pendalaman pasar.
Diskusi berlangsung dinamis dengan pertukaran wawasan yang substantif terkait perkembangan terkini lanskap kliring global, praktik operasional CCP, serta arah kebijakan yang mendukung penguatan dan pendalaman pasar keuangan.
Para panelis menekankan pentingnya integrasi manajemen risiko yang adaptif, kepatuhan terhadap standar internasional, serta penguatan fungsi pengawasan dalam menciptakan ekosistem pasar transparan, kredibel, dan resilien.
Perspektif global yang dihadirkan menjadi referensi penting dalam mendorong pengembangan infrastruktur pasar keuangan Indonesia yang lebih maju dan terintegrasi. Sinergi antar pemangku kepentingan dinilai krusial dalam mendukung pendalaman pasar sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah keterkaitan pasar global.
Iding Pardi dalam sambutannya menegaskan bahwa integritas dan transparansi adalah fondasi utama dalam ekosistem pasar keuangan. Kepercayaan pasar, menurutnya, dibangun melalui tata kelola yang prudent dan akuntabel dan didukung oleh infrastruktur yang tangguh. Ia menambahkan bahwa berbagai krisis keuangan global menunjukkan bahwa kurangnya transparansi dan mitigasi risiko dapat memicu hilangnya kepercayaan pasar.
”Keberadaan CCP menjadi jawaban bahwa sentralisasi risiko bukan sekadar kebutuhan operasional, melainkan pilar penting bagi keamanan sistemik. CCP berperan strategis sebagai fondasi bagi terciptanya pasar yang efisien, transparan, dan stabil, sekaligus menjadi instrumen strategis dalam pengelolaan risiko dan pendalaman pasar” ujarnya. (konrad)
