spot_img

Wall Street Cetak Rekor Tertinggi Baru, Saham Snowflake Melompat 36%

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis sore (28/5/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (29/5/2026) WIB. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mencetak rekor tertinggi baru seiring kembalinya dominasi sektor teknologi. Investor juga mencermati laporan kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York naik tipis 0,05% ke level 50.668,97. Indeks S&P 500 (SPX) menguat 0,58% dan berakhir di posisi 7.563,63. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) melompat 0,91% menjadi 26.917,47. Kedua indeks terakhir ini juga sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa pada sesi perdagangan intraday.

Saham teknologi melaju kencang pada hari Kamis. Prospek laba yang kuat dari Snowflake membangkitkan kembali antusiasme terhadap perdagangan sektor AI. Harga saham Snowflake melonjak 36,5% dan mencatatkan hari terbaik sepanjang sejarah perusahaan.

Penyedia platform data berbasis cloud ini mengeluarkan panduan kuartal kedua fiskal yang sangat positif. Perusahaan juga melampaui estimasi pendapatan dan laba pada kuartal terbarunya. Snowflake turut menandatangani rencana belanja senilai 6 miliar USD pada Amazon Web Services selama lima tahun ke depan.

Laporan kinerja tersebut ikut mengangkat saham perangkat lunak perusahaan lainnya. ETF iShares Expanded Tech-Software Sector (IGV) menguat 2,8%. Saham memori Sandisk naik 3,3%. Raksasa chip Qualcomm dan Advanced Micro Devices masing-masing melonjak 4,2% serta 4,6%.

Saham-saham mencapai level tertinggi sesi setelah Axios melaporkan para negosiator Amerika Serikat dan Iran menyepakati nota kesepahaman (MOU). Kesepakatan ini berisi perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. Ada pula rencana negosiasi lebih lanjut mengenai program nuklir Iran. Meski begitu, Presiden Donald Trump dilaporkan belum memberikan persetujuan akhir.

David Wagner, Head of Equities di Aptus Capital Advisors, memberikan analisisnya mengenai situasi tersebut. Ia menilai pelaku pasar sudah menunggu kepastian kerja sama kedua negara.

“Pasar telah mengharapkan beberapa jenis MOU — nota kesepahaman — di sini,” ujar Wagner dalam wawancara dengan CNBC.

Wagner memprediksi sektor tertentu akan merespons cepat kabar ini. Pergerakan tersebut diyakini mampu menarik pasar ke zona hijau.

“Anda akan melihat nama-nama diskresioner melaju sebagai reaksi spontan pertama terhadap banyak berita ini, yang dapat mendorong pasar lebih tinggi,” tambah David.

Harga minyak dunia langsung melandai dari level tertingginya setelah laporan MOU tersebut muncul. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ditutup naik tipis 0,3% ke 88,90 USD per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent turun 0,6% ke level 93,71 USD per barel.

Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak karena tensi militer. Pengawal Revolusi Iran menyatakan telah menargetkan pangkalan udara Amerika Serikat. Hal ini terjadi setelah militer Amerika Serikat melakukan serangan baru terhadap situs militer di Iran.

Sentimen positif pasar juga didorong oleh data inflasi terbaru. Departemen Perdagangan melaporkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) naik 0,4% pada bulan April. Angka ini lebih rendah dari ekspektasi para ekonom yang memproyeksi kenaikan 0,5%.

Laju inflasi tahunan tercatat tetap berada di angka 3,8%. Data inflasi bulanan yang lebih rendah memberikan harapan bagi investor. Tekanan harga mulai mereda meski angka tahunan masih di atas target Federal Reserve sebesar 2%.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Rencana Gencatan Senjata 60 Hari Terganjal, Iran Kembali Luncurkan Rudal

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Ketegangan di Timur Tengah kembali...

Stock Futures AS Bergerak Tipis, Investor Pantau Isu Timur Tengah & Lonjakan Saham Dell

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Indeks saham berjangka (futures) Amerika...

Bursa Eropa Melemah, Saham Sektor Pertahanan Melaju Kencang Berkat Pinjaman Ukraina

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru