spot_img

Emas Dunia Bangkit Berkat Sinyal Damai AS-Iran, Namun Tertekan Sepanjang Mei

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (29/5/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (30/5/2026) WIB. Logam mulia ini bangkit menyusul munculnya kabar potensi perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Mengutip CNBC International, harga emas spot naik 0,6% ke level USD 4.519,64 per ons troi. Sebelumnya, harga sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan di posisi USD 4.365,76 pada hari Kamis. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus naik 0,4% menjadi USD 4.550,00 per ons troi.

Kenaikan harga terjadi selama dua sesi berturut-turut. Para investor menyambut baik rencana kesepakatan damai yang sedang disusun. Kesepakatan tersebut kabarnya akan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari.

Langkah diplomasi ini juga mencakup penghapusan pembatasan pengiriman kapal melalui Selat Hormuz. Namun, Presiden Donald Trump belum memberikan persetujuan resmi terhadap draf tersebut. Media pemerintah Iran juga menyatakan kesepakatan belum mencapai tahap final.

Phillip Streible, Chief Market Strategist di Blue Line Futures, memberikan penjelasannya. Ia melihat harga emas memantul dari level dukungan teknis utama. Optimisme damai juga membuat harga minyak dan dolar AS melemah. Kondisi ini memberikan dukungan bagi pergerakan emas.

“Emas memantul dari level dukungan teknis utama, sementara optimisme atas perpanjangan gencatan senjata mendorong harga minyak dan dolar lebih rendah — keduanya mendukung emas,” ujar Streible dalam wawancara dengan CNBC.

Dolar AS terpantau berada dalam jalur penurunan mingguan. Hal ini membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri. Harga minyak dunia juga ikut merosot dalam sepekan terakhir.

Meski menguat di akhir pekan, emas tetap mencatatkan penurunan kinerja bulanan. Sepanjang bulan Mei, harga emas spot sudah turun lebih dari 2%. Tekanan utama datang dari kekhawatiran inflasi serta ekspektasi suku bunga yang tetap tinggi.

Streible menilai kebijakan suku bunga bank sentral AS masih menjadi tantangan bagi emas. Gangguan pada infrastruktur energi akibat konflik bisa menjaga harga minyak tetap mahal. Hal ini membuat Federal Reserve tetap berhati-hati dalam mengambil kebijakan.

“Tema suku bunga ‘lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama’ tetap utuh,” tambah Streible.

Data terbaru menunjukkan inflasi AS pada April naik dengan laju tercepat dalam tiga tahun terakhir. Kenaikan ini didorong oleh mahalnya harga energi akibat perang Iran. Situasi tersebut memperkuat perkiraan pasar bank sentral akan menahan suku bunga hingga tahun depan.

Suku bunga tinggi biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas. Sebab, emas merupakan aset yang tidak memberikan bunga atau imbal hasil. Investor cenderung beralih ke aset lain saat suku bunga tetap di level tinggi.

Dari sisi fisik, permintaan emas di India tetap lesu. Harga yang tinggi dan bea masuk impor menjadi penyebab utamanya. Sementara itu, minat beli di China juga menyempit karena sikap hati-hati para konsumen.

Pergerakan logam mulia lainnya terpantau bervariasi pada akhir pekan. Harga perak spot turun 0,2% menjadi USD 75,51 per ons troi. Platinum berada di posisi stabil pada level USD 1.923,55 per ons troi.

Harga paladium berhasil naik 0,6% ke posisi USD 1.375,57 per ons troi. Namun, paladium menjadi logam dengan kinerja terburuk bulan ini. Harganya sudah anjlok lebih dari 9% sepanjang Mei.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Peluang Damai AS-Iran Menguat, Harga Minyak Brent Cetak Kerugian Bulanan Terbesar

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot pada akhir...

Data Inflasi PCE Sesuai Ekspektasi, Harga Emas Dunia Tetap Turun Tiga Hari Beruntun

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga emas dunia kembali melemah...

Gencatan Senjata AS-Iran Menanti Restu Trump, Harga Minyak Dunia Berbalik Arah

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia bergerak bervariasi cenderung...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru