spot_img

FLMC Buka Suara Soal Nasib Uang Muka Mesin, Utang Pajak Hingga Divestasi Pengendali

STOCKWATCH (JAKARTA) – PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC) memberikan penjelasan komprehensif kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait sejumlah isu krusial. Mulai dari kepastian uang muka mesin yang mengendap, utang pajak, hingga potensi penyajian kembali (restatement) laporan keuangan.

Direktur FLMC, Andre Rajasa mengungkapkan perusahaan masih mengupayakan penyelesaian uang muka mesin yang belum terealisasi sejak 2020. Hingga saat ini, belum ada dokumen tertulis dari vendor mengenai pembatalan atau konversi menjadi pembelian suku cadang.

“Perseroan menargetkan penyelesaian dokumen tertulis mengenai pembatalan pembelian mesin dan/atau konversi menjadi pembelian suku cadang paling lambat 31 Desember 2026,” ujar Andre dalam surat jawabannya kepada BEI, Selasa (16/7/2026).

Jika sampai batas waktu tersebut tidak ada kepastian, Andre menegaskan perusahaan akan menunjuk penasihat hukum. Langkah ini diambil guna menempuh jalur hukum untuk memperoleh kembali dana tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.

Terkait kewajiban perpajakan, FLMC mengakui skema angsuran pajak belum mendapat persetujuan tertulis dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Saat ini, pembayaran dilakukan secara bertahap berdasarkan koordinasi dengan Account Representative (AR).

Perusahaan juga belum membentuk pencadangan atas estimasi sanksi administrasi pajak. Alasannya, nilainya belum dapat diukur secara pasti karena DJP belum menerbitkan tagihan sanksi tersebut.

Isu lain yang mengemuka adalah rencana evaluasi akuntansi biaya relokasi. FLMC menargetkan evaluasi ini selesai pada 30 Juni 2026. Hasil evaluasi tersebut berpotensi memicu pembebanan sisa biaya relokasi pada periode berjalan.

“Hasil evaluasi tersebut mengakibatkan seluruh sisa biaya relokasi akan dibebankan pada Laporan Keuangan Interim per 30 Juni 2026 sehingga akan meningkatkan beban pada periode tersebut,” kata Andre. Ia menambahkan kondisi ini memungkinkan terjadinya restatement atas Laporan Keuangan Tahun Buku 2025.

Mengenai operasional, mesin Spunlace milik perusahaan saat ini masih dalam status menganggur (idle). Hal ini dikarenakan izin lingkungan atau AMDAL masih terkendala penyesuaian zonasi kawasan industri dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Boyolali.

Di sisi lain, manajemen mengklarifikasi perubahan susunan pengurus. Berdasarkan RUPS Tahunan tanggal 14 Juni 2024, Daniel Muljadi Hanafi sudah tidak menjabat sebagai Direksi. Sementara itu, Irvan Hanafi bukan merupakan anggota Direksi perusahaan.

Berdasarkan Akta Notaris Mayasari Soegiharto, S.H. Nomor 12 tanggal 14 Juni 2024, susunan pengurus FLMC adalah:

Dewan Komisaris:

  • Presiden Komisaris: Theresia Indra Wirawan
  • Komisaris: Michelle Evangeline Hanafi
  • Komisaris Independen: Tsun Tien Wen Lie

Direksi:

  • Presiden Direktur: Daniel Muljadi Hanafi
  • Direktur: Rosalina Indra Wirawati
  • Direktur Operasional: Andre Rajasa

Terkait pergerakan saham, terjadi divestasi besar oleh pemegang saham pengendali, Falmaco Pte Ltd. Kepemilikan mereka menyusut dari 25,22% menjadi 10,77% dalam kurun waktu Desember 2025 hingga Januari 2026.

Data menunjukkan Falmaco Pte Ltd melepas 112.943.302 lembar saham. Transaksi dilakukan pada harga Rp150 per saham pada 14 Januari 2024 dan Rp111 per saham pada 2 April 2026.

Manajemen mengklaim tidak mengetahui identitas pembeli maupun keterlibatan dalam rally harga saham FLMC yang sempat menyentuh Rp354 pada September 2025. Transaksi tersebut disebut sebagai aksi pribadi pemegang saham di luar kewenangan manajemen.

“Perseroan tidak memiliki informasi mengenai identitas pihak penerima pengalihan saham maupun mekanisme transaksi yang dilakukan,” pungkas Andre

- Advertisement -

Artikel Terkait

Anak Usaha Transcoal Pacific (TCPI) Kantongi Kredit Rp114,2 Miliar untuk Bangun 4 Armada Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Energy Transporter Indonesia, anak usaha...

Komisaris Independen OASA Djoko Rosmiatun Mijaata Resmi Mengundurkan Diri, Efektif 22 Juli 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Komisaris Independen PT Maharaksa Biru Energi Tbk...

BEI Cabut Suspensi, Saham Ini Kembali Diperdagangkan Mulai Besok

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru