STOCKWATCH.ID, WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio memberikan pernyataan penting. Mereka menyebut AS masih terus bernegosiasi dengan Iran. Kesepakatan ini bertujuan menghentikan perang yang tengah terjadi.
Pernyataan ini muncul untuk membantah laporan media pemerintah Iran. Sebelumnya, media Iran mengklaim pembicaraan kedua negara sudah berhenti.
Marco Rubio menyampaikan hal ini di depan Komite Hubungan Luar Negeri Senat pada Selasa, 2 Juni 2026. Ia menyebut ada peluang besar dalam perundingan tersebut. Iran kemungkinan bersedia merundingkan aspek program nuklir mereka.
“Ada prospek di depan kita, yang bisa terjadi hari ini, besok, atau minggu depan. Untuk pertama kalinya, mereka sepakat merundingkan aspek program nuklir mereka,” kata Rubio dikutip dari CNBC, Rabu (3/6/2026) WIB.
Ia menambahkan Iran sebelumnya selalu menolak membahas hal tersebut. Namun, Rubio mengingatkan negosiasi ini bukan jaminan kesepakatan akhir akan tercapai.
“Ini bukan jaminan pada akhirnya akan menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima oleh Senat atau rakyat Amerika,” lanjut Rubio.
Selain masalah nuklir, Rubio menekankan Iran harus membuka kembali Selat Hormuz. Jalur laut ini sangat krusial bagi pengiriman minyak mentah dunia.
Di sisi lain, kantor berita Fars milik Iran melaporkan hal berbeda. Mengutip sumber tertentu, mereka menyebut Iran dan AS sudah berhenti bertukar pesan sejak beberapa hari lalu.
Media Tasnim juga melaporkan negosiator Iran akan berhenti mengirim pesan melalui perantara. Iran bahkan berencana menutup total Selat Hormuz.
Donald Trump membantah keras laporan tersebut melalui unggahan di Truth Social. Ia menyebut kabar tersebut sebagai berita palsu.
“Laporan Berita Palsu soal Republik Islam Iran dan AS berhenti bicara beberapa hari lalu adalah salah dan keliru,” tulis Trump.
Ia menjelaskan komunikasi terus berlangsung setiap hari. Trump mendesak Iran segera membuat kesepakatan.
“Percakapan di antara kita terus berlangsung secara berkelanjutan, termasuk empat hari lalu, tiga hari lalu, dua hari lalu, satu hari lalu, dan hari ini,” jelas Trump.
Meski demikian, Trump sempat memberikan komentar berbeda dalam wawancara telepon dengan CNBC. Ia mengaku tidak terlalu peduli jika Iran mengakhiri pembicaraan.
“Saya benar-benar tidak peduli. Saya sangat tidak peduli,” kata Trump saat ditanya soal kemungkinan Iran menghentikan negosiasi.
Trump juga menyebut proses negosiasi tersebut sudah mulai terasa sangat membosankan. Namun, ia memastikan pihak Iran belum memberikan informasi akan berhenti berunding.
Perang di Iran sendiri melibatkan serangan dari AS dan Israel yang dimulai pada 28 Februari 2026. Rubio, yang juga menjabat sebagai Penasihat Keamanan Nasional, memberikan kesaksian publik pertamanya mengenai perang ini sejak konflik pecah.
Hingga saat ini, pasar global terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah. Kepastian mengenai jalur minyak di Selat Hormuz menjadi perhatian utama para pelaku pasar.
Semua mata kini tertuju pada hasil nyata dari meja perundingan tersebut. Apakah perdamaian akan segera terwujud atau ketegangan justru semakin meningkat.

