STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis (4/6/2026) waktu setempat. Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Meski demikian, sentimen pasar sedikit terobati oleh kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon pada Rabu malam.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,52% ke posisi 624,45. Hasil ini membalikkan kerugian yang sempat terjadi pada pembukaan sesi pagi. Mayoritas bursa utama di London, Paris, Frankfurt, dan Milan sukses mendarat di zona positif.
Indeks CAC 40 Perancis tercatat naik 1,15% ke level 8.244,29. FTSE MIB Italia menguat 0,27% ke posisi 50.174,36. Sementara itu, indeks FTSE 100 Inggris tumbuh 0,27% ke level 10.360,32.
Indeks DAX Jerman juga mengalami kenaikan 0,60% ke posisi 24.944,95. Adapun IBEX 35 Spanyol meningkat 0,55% dan berakhir di level 18.276,00.
Dari sektor korporasi, saham Universal Music Group (UMG) justru merosot 5,8%. Penurunan ini menyusul laporan Pershing Square milik Bill Ackman telah menjual kepemilikan sahamnya. Aksi jual tersebut dilakukan setelah dua upaya pengambilalihan perusahaan menemui kegagalan.
Manajemen UMG mengumumkan pembelian kembali (buyback) lebih dari 14 juta saham biasa milik dana Pershing Square. Nilai transaksi tersebut mencapai 289,9 juta USD. The Wall Street Journal melaporkan dana lindung nilai Ackman telah menjual saham UMG senilai lebih dari 1,5 miliar USD dengan perkiraan keuntungan 600 juta USD.
Saham konglomerat Perancis, Bollore, juga berakhir melemah 2,4%. Pekan lalu, keluarga Bollore selaku pemilik saham UMG mendesak label musik tersebut menolak tawaran akuisisi Pershing. Mereka menilai tawaran tersebut terlalu rendah dari nilai perusahaan yang sebenarnya.
Sektor teknologi turut mengalami tekanan global. Saham Nokia merosot lebih dari 6% setelah sempat mencatatkan kenaikan signifikan selama beberapa hari berturut-turut.
Kondisi geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi fokus utama investor. Iran melancarkan serangan ke Bandara Internasional Kuwait pada Rabu pagi. Aksi ini merupakan respons atas serangan “pertahanan diri” AS di Pulau Qeshm sehari sebelumnya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam wawancara dengan CNBC menyatakan kesiapannya untuk bertindak lebih jauh. Ia menegaskan Israel dan AS siap menyerang Iran kembali jika situasi mendesak.
“Israel siap dan pasukan AS juga siap. Saya pikir Iran harus mempertimbangkan hal itu. Menurut saya mereka sedang mempertimbangkannya, tapi mereka sedang bermain api,” ujar Netanyahu.
Di sisi lain, harga minyak dunia justru turun. Kabar kesepakatan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel menjadi pemicu utamanya. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) jatuh 3% ke level 93,16 USD per barel. Minyak Brent juga turun 2,5% ke posisi 95,23 USD per barel.
Gencatan senjata ini mewajibkan milisi Hizbullah yang didukung Iran menghentikan tembakan sepenuhnya. Mereka juga harus mengevakuasi seluruh personel dari Sektor Litani Selatan. Sebelumnya, kedua belah pihak sempat menyepakati gencatan senjata bulan lalu namun bentrokan tetap berlanjut.

