STOCKWATCH.ID (Jakarta) – PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) melaporkan komposisi terbaru pemegang sahamnya. Data tersebut merupakan laporan bulanan registrasi pemegang efek untuk periode yang berakhir pada Mei 2026.
Dikutip Senin (8/6/2026), emiten yang tercatat di Papan Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) ini masih memiliki struktur kepemilikan yang relatif stabil. PT Kharisma Cipta tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sebanyak 2.348.950.000 saham atau setara 59,7007%.
Laporan tersebut juga mengungkap sosok pengendali manfaat akhir atau Ultimate Beneficial Owner (UBO) perseroan. Farida Bau tercatat sebagai pemilik manfaat akhir dengan kepemilikan tidak langsung sebesar 60% pada emiten penyedia menara telekomunikasi tersebut.
Di jajaran manajemen, hanya satu nama yang tercatat memiliki saham perseroan. Direktur BALI, Robby Hermanto, memiliki 50.000 saham atau setara 0,0013% dari total modal ditempatkan dan disetor.
Manajemen menegaskan seluruh data yang disampaikan dalam laporan tersebut telah sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Direksi atas nama PT Bali Towerindo Sentra Tbk. bertanggung jawab penuh atas informasi yang tertera didalam dokumen ini,” tulis Corporate Secretary BALI, Lily Hidayat.
Dari sisi kepatuhan terhadap ketentuan bursa, BALI masih memenuhi persyaratan free float. Jumlah saham free float perseroan mencapai 951.072.500 lembar atau setara 24,17% dari total saham tercatat.
Jumlah tersebut telah melampaui ketentuan minimum Bursa Efek Indonesia untuk perusahaan yang tercatat di Papan Utama. BEI mensyaratkan saham free float paling sedikit 50 juta lembar dan minimal 15% dari jumlah saham tercatat.
Sementara itu, jumlah investor pemegang Single Investor Identification (SID) tercatat sebanyak 1.125 nasabah per akhir Mei 2026. Angka tersebut turun 17 nasabah dibandingkan posisi akhir April 2026 yang mencapai 1.142 nasabah.
Meski demikian, jumlah investor tersebut masih jauh di atas ketentuan minimum BEI yang mensyaratkan sedikitnya 300 nasabah.
Berdasarkan klasifikasi investor dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), investor institusi kategori Corporate menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan mencapai 2.590.698.321 saham.
Selain itu, investor kategori Private Equity memiliki 192.500.000 saham. Reksa dana menguasai 170.659.300 saham, sedangkan perusahaan efek memiliki 113.945.450 saham.
Adapun investor perorangan atau individual tercatat memiliki 251.022.127 saham. Sisanya tersebar pada kategori investor lain seperti perbankan, perusahaan asuransi, dan penasihat investasi.
Hingga akhir Mei 2026, total saham tercatat BALI mencapai 3.934.592.500 saham. Perseroan menggunakan jasa PT Sinartama Gunita sebagai Biro Administrasi Efek (BAE) yang mengelola registrasi pemegang saham perusahaan.

