STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) menargetkan pendapatan bersih sebesar Rp479 miliar pada 2026, naik 5,07% dibanding realisasi pendapatan tahun 2025 sebesar Rp458,87 miliar.
Seperti tergambar dalam materi paparan publik yang disampaikan Perseroan ke BEI, dikutip Selasa (09/6/2026), target ini didasari prospek usaha yang masih baik dengan dukungan kebutuhan energi domestik dan agenda hilirisasi minerba. Selain itu, jasa angkutan batubara juga relevan mendukung rantai pasok PLTU dan kebutuhan industri.
Semenara itu, menurut Manajemen AKSI, komoditas mineral, terutama produk nikel membuka peluang pertumbuhan jangka menengah. Ini sejalan dengan pengembangan hilirisasi, baterai, dan kendaraan listrik
Manajemen AKSI bertekad untuk meningkatkan utilisasi armada guna mendukung volume angkutan serta mengendalikan beban pokok pendapatan. Perseroan juga akan memperkuat kualitas pendapatan melalui kontrak yang lebih selektif dan memiliki profit marjin lebih sehat pada tahun ini.
“Kami juga akan menjaga pelanggan existing serta memperluas peluang jasa angkutan mineral lain secara bertahap,” tulis Manajemen AKSI dalam materi paparan publiknya.
Di bagian lain, Manajemen Perseroan tetap memperkuat pengelolaan modal kerja, penagihan utang, arus kas, tata kelola dan manajemen risiko. Perseroan tetap selektif terhadap ekspansi, menjaga efisiensi dan responsif terhadap volatilitas komoditas dan dinamika pasar.
Pada kuartal I 2026, AKSI membukukan pendapatan Rp82,27 miliar, turun 43% dari Rp144,46 miliar pada kuartal I 2025. Penyumbang terbesar penurunan pendapatan di kuartal I 2026 adalah jasa transportasi yang anjlok 43,26%, dari Rp139,35 miliar menjadi Rp79,07 miliar.
Seiring pendapatan, beban pokok pendapatan AKSI juga turun 38,67% jadi Rp72,79 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp118,71 miliar pada periode sama 2025. Namun, laba kotor Perseroan anjlok 63,22% jadi Rp9,47 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp25,75 miliar pada kuartal I 2025. Perseroan menderita rugi bersih Rp3,16 miliar di kuartal I 2026, dari periode sama 2025 masih laba Rp9,53 miliar.
Dari sisi neraca keuangan, AKSI memiliki aset Rp331,79 miliar per Maret 2026, turun 0,90 dari Rp334,81 miliar per Desember 2025. Jumlah liabilitas dan ekuitas IGAR per Maret 2026, masing-masing Rp163,52 miliar dan Rp168,26 miliar.
Sekedar informasi, PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) yang sebelumnya dikenal dengan nama Maming Enam Sembilan Mineral (MESMineral) didirikan pada 1990. Pada tahun 2015, perusahaan mengalihkan kegiatan usahanya dari perusahaan sekuritas menjadi perusahaan investasi.
Perusahaan tersebut telah melalui beberapa kali perubahan nama dan menjadi Mineral Sumberdaya Mandiri pada tahun 2022. Melalui anak perusahaannya, perusahaan juga memiliki usaha pengangkutan batu bara dan mineral. (konrad)

