STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak menguat pada perdagangan Senin (15/6/2026). Pergerakan IHSG diperkirakan berada di rentang 5.850 hingga 6.350.
Proyeksi tersebut disampaikan Retail Research & Investment Bahana Sekuritas, Dimas Wahyu Putra Pratama, CTA, dalam riset yang dirilis hari ini. Ia menilai arah pergerakan IHSG masih didukung sentimen teknikal yang positif.
“Secara teknikal IHSG Senin 15 Juni 2026 diperkirakan akan bergerak menguat,” ujar Dimas.
Sejumlah sektor dinilai menarik untuk dicermati pelaku pasar. Sektor tersebut mencakup IDXTECH, IDXPROP, IDXINFRA, IDXNCYC, IDXFIN, IDXTRANS, IDXENER, dan IDXHEALTH.
Pada perdagangan Jumat (12/6/2026), IHSG ditutup menguat 121,623 poin atau naik 2,07% ke level 6.007,656. Posisi ini naik dari penutupan Kamis (11/6/2026) di level 5.886,032.
Penguatan ini ditopang aksi beli bersih (net buy) investor asing Rp287 miliar. Sejumlah saham menjadi penopang utama indeks. Saham AMMN naik 12,75%, BBCA menguat 1,72%, DSSA melonjak 13,01%, BRMS naik 10,42%, dan BUMI menguat 12,14%.
Kondisi pasar global memberikan sentimen beragam. Bursa Wall Street ditutup menguat didorong harapan kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran. Penurunan imbal hasil US Treasury Yield 10 tahun ke level 4,48% meredam ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Bursa Asia juga kompak menguat berkat optimisme perdamaian AS-Iran dan harapan dibukanya kembali Selat Hormuz. Namun, harga minyak dunia melemah di atas 3%. Penurunan terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyebut kesepakatan damai akan terjadi dalam waktu dekat. Selain itu, OPEC menurunkan proyeksi permintaan minyak dunia menjadi 970.000 bph pada 2026.
Dari sisi domestik, Pemerintah fokus menjaga risiko nilai tukar. Strategi pembiayaan APBN 2026 tetap mengedepankan sumber pendanaan dalam mata uang Rp. Hingga Maret 2026, utang pemerintah mencapai Rp9.920,42 triliun atau 40,75% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) diproyeksi akan menaikkan suku bunga hingga 125 bps. Kebijakan ini menyusul nilai tukar Rp yang bertahan di sekitar level Rp18.000 per USD. Hingga 11 Juni 2026, kepemilikan asing di SBN turun menjadi Rp865,89 triliun.
Untuk perdagangan sepanjang pekan ini, Bahana Sekuritas merekomendasikan 10 saham berikut:
1. DSSA – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp800
Target Price 1: Rp850
Target Price 2: Rp875
Current Price: Rp825
2. CDIA – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp665
Target Price 1: Rp720
Target Price 2: Rp750
Current Price: Rp690
3. CUAN – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp700
Target Price 1: Rp750
Target Price 2: Rp775
Current Price: Rp720
4. DEWA – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp310
Target Price 1: Rp352
Target Price 2: Rp376
Current Price: Rp330
5. BUMI – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp147
Target Price 1: Rp170
Target Price 2: Rp182
Current Price: Rp157
6. BRMS – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp510
Target Price 1: Rp550
Target Price 2: Rp570
Current Price: Rp530
7. EMAS – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp6.700
Target Price 1: Rp7.200
Target Price 2: Rp7.450
Current Price: Rp6.975
8. ANTM – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp2.650
Target Price 1: Rp3.000
Target Price 2: Rp3.125
Current Price: Rp2.850
9. TINS – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp3.100
Target Price 1: Rp3.500
Target Price 2: Rp3.700
Current Price: Rp3.300
10. INCO – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp4.500
Target Price 1: Rp4.880
Target Price 2: Rp5.050
Current Price: Rp4.710
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi

