STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5% hingga 3,75%. Keputusan ini diambil dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC), Rabu (29/7/2026) waktu setempat atau Kamis (30/7/2026) WIB. Adapun keputusan itu diambil melalui pemungutan suara dengan hasil 9 berbanding 3.
Federal Reserve menyatakan keputusan tersebut diambil untuk mendukung mandat ganda bank sentral, yaitu menjaga stabilitas harga dan mendukung kondisi ketenagakerjaan. The Fed juga melanjutkan kebijakan menjaga cadangan likuiditas yang memadai di sistem perbankan.
Dalam pernyataannya, FOMC menilai aktivitas ekonomi Amerika Serikat masih tumbuh dengan laju yang solid meski ketidakpastian tetap tinggi. Kondisi itu antara lain dipengaruhi konflik di Timur Tengah.
Selain itu, pertumbuhan produktivitas dan investasi modal dinilai tetap kuat. Pertumbuhan lapangan kerja juga masih mampu mengimbangi jumlah angkatan kerja, sementara tingkat pengangguran relatif tidak berubah.
Namun, inflasi masih berada di atas target 2% yang ditetapkan Federal Reserve. Kenaikan harga di sejumlah sektor, termasuk energi, dipengaruhi gangguan pasokan. “Inflasi tetap tinggi dibandingkan target Komite sebesar 2%, sebagian mencerminkan guncangan pasokan yang mendorong kenaikan harga di beberapa sektor, termasuk energi. Komite akan mewujudkan stabilitas harga,” demikian pernyataan FOMC.
Tiga anggota FOMC memberikan suara berbeda dalam rapat tersebut. Mereka adalah Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth M. Hammack, Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis Neel Kashkari, dan Presiden Federal Reserve Bank of Dallas Lorie K. Logan.
Ketiganya menginginkan suku bunga acuan dinaikkan sebesar 0,25 poin persentase pada pertemuan kali ini. “Mereka lebih memilih menaikkan kisaran target suku bunga federal funds sebesar seperempat poin persentase pada pertemuan ini,” tulis FOMC dalam pernyataannya.
Menurut laporan CNBC, ini merupakan pertama kalinya sejak September 2016 terdapat tiga anggota FOMC yang secara bersama-sama menyampaikan perbedaan pendapat mengenai arah kebijakan suku bunga.
CNBC juga melaporkan pasar sebelumnya telah memperkirakan Federal Reserve akan kembali mempertahankan suku bunga. Meski demikian, sebagian pelaku pasar sempat melihat peluang sekitar sepertiga kemungkinan bank sentral menaikkan suku bunga pada pertemuan Juli. Ketua Federal Reserve Kevin Warsh sebelumnya menyatakan bank sentral sebaiknya tidak terlalu banyak memberikan sinyal mengenai langkah kebijakan berikutnya kepada pasar. Pernyataan FOMC setelah rapat juga hampir sama dengan hasil pertemuan 17 Juni 2026.
Federal Reserve kembali menegaskan komitmennya untuk mengembalikan inflasi ke target.
“Komite akan mewujudkan stabilitas harga,” demikian penegasan dalam pernyataan FOMC.

